Latar Belakang Berdirinya BEL-C

Pendidikan adalah bekal penting yang perlu di berikan kepada anak-anak kita, semakin tidak menentunya kurikulum nasional berdampak secara tidak langsung bagi mereka. Beban kurikulum nasional ditambah kurikulum tingkat satuan pendidikan masih dirasa terlalu berat di pundak mereka, belum lagi jika harus berhadapan dengan Ujian Nasional. Hal tersebut menuntut siswa memiliki energi ekstra agar dapat mengikuti proses belajar di sekolah.

Beratnya kurikulum terkadang memaksa siswa belajar keras demi mencapai prestasi tinggi, ini yang membuat para orang tua berani mengeluarkan biaya tambahan dengan memasukkan putra/ putrinya ke berbagai lembaga bimbel/ les/ privat. Permasalahannya adalah banyak lembaga bimbel saat ini hanya berorientasi profit semata, banyak bimbel justru menambah beban belajar siswa setelah mereka seharian belajar di sekolah. Hasilnya anak justru stress dan kehilangan motivasi belajar.

Sedikitnya pengetahuan tentang cara kerja otak, dan pengetahuan tentang cara belajar menjadi problem utama. Karena masih banyak sekolah-sekolah di tanah air yang cenderung mengabaikan tentang pentingnya pengetahuan tersebut. Dengan alasan beban kurikulum yang terasa berat, kemudian tuntutan nilai ujian yang tinggi, baik dari pimpinan sekolah, yayasan, sampai tuntutan kepala dinas setempat. Mereka melakukan berbagai macam cara halal maupun haram (tidak jujur) agar ketika ujian akhir para siswa lulus dengan nilai mencapai target.

Selanjutnya banyak para orang tua mengejar hasil berupa nilai semata, hingga mengabaikan aspek kepribadian/ akhlaq dan skill/ keterampilan. Pemerintah dalam hal ini tampaknya sudah sadar dengan mengeluarkan Kurikulum 2013. Tapi pada prakteknya di lapangan NILAI ANGKA masih menjadi primadona.

Banyak sekali problem pendidikan di negeri ini yang belum terselesaikan, namun di satu sisi negara ini perlu generasi penerus yang siap bersaing di era persaingan global. Mengatasi hal ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi kewajiban bagi setiap penyelenggara pendidikan / instansi/ yayasan. Pihak-pihak terkait perlu membuat suatu gebrakan yang perlahan akan menggeser paradigma pendidikan lama kepada paradigma pendidikan baru. Orang tua selaku konsumen pendidikan di setiap lembaga perlu di bangun kesadarannya, mereka perlu memahami bahwa kesuksesan putra/putrinya tidak ditentukan berdasarkan nilai-nilai angka di rapot semata, tetapi ada factor lain yang jauh lebih penting dari sekedar nilai angka.

Pepatah Cina mengatakan : Berikan kepadaku seekor ikan dan aku makan selama satu hari. Ajari aku memancing maka aku akan makan seumur hidupku.

Advertisements

2 thoughts on “Latar Belakang Berdirinya BEL-C

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s