Menjadi Guru yang Siap Berubah

Berubah itu sulit!

Setidaknya itulah yang selalu diputar dalam kepala kita. Di sisi lain, tidak ada orang yang tidak mau mengalami pertumbuhan. Semua orang ingin mengalami pertumbuhan, namun tidak ingin berubah, karena merasa berubah itu tidak enak, tidak nyaman dan sulit.

Perubahan kurikulum Nasional dari KTSP ke Kurikulum 2013 menuntut guru  melakukan banyak perubahan, setidaknya itulah yang kami rasakan setelah hapir 2 tahun menjadi projek pemerintah untuk mencoba menerapkan kurtilas. Perubahan metode pembelajaran, perubahan metode penilaian, dan masih banyak lagi. Kita di tuntut berubah dengan cepat agar projek kurtilas ini dinilai berhasil.

Guru memang di tuntut untuk siap melakukan perubahan dalam hal apapun, termasuk dalam proses menuju pertumbuhan. Karena, tidak ada pertumbuhan tanpa proses perubahan. Ingin menjadi guru yang bertumbuh tanpa melakukan perubahan sama saja mimpi tapi tidak bertindak.

Benarkah berubah itu sulit ?

Ternyata berubah itu sulit, ketika kita merasa harus berubah total dalam waktu singkat.

Dan ternyata itu adalah perubahan yang bersifat jangka pendek. Ini yang menyebabkan seseorang membangun kebiasaan baru, tapi hanya bertahan sebulan, dua bulan.  Bayangkan jika kita naik tangga, langsung melangkah 3 anak tangga sekaligus, berapa kali kita bisa naik turun? Tidak banyak, kita akan merasa kelelahan.

Beda halnya jika kita naik satu anak tangga demi satu anak tangga? kita pasti bisa melakukannya jauh lebih banyak dan tidak menyakitkan.

Satu hal yang mesti kita ketahui adalah ketika hendak melakukan perubahan, kita sering kali kalap dan mau langsung mengubah diri secara instan, memforsir perubahan yang cepat dan memakan banyak energi, sampai dipuncak, memang kita merasakan kemenangan. Namun, sekaligus juga kelelahan, inilah yang membuatkita habis energi, kelelahan dan tidak ingin melakukannya lagi.

Sehingga ketika memikirkan perubahan, maka yang muncul adalah pain. Hal yang tidak menyenangkan dalam proses perubahan itu.

Bagaimana agar kita menjadi guru yang senantiasa siap berubah ?

Kuncinya adalah melakukan perubahan kecil, tindakan yang tidak signifikan. Tindakan yang tidak memiliki resisten besar dalam melakukannya. Teringat pesan tausiyah AA Gym yang sudah terkenal dengan 3M

  1. Mulai dari hal kecil
  2. Mulai dari di sendiri
  3. Mulai saat ini

Melakukan pertumbuhan kecil yang mudah, seperti meningkatkan diri kita 1% setiap hari. Perubahan kecil yang mudah dilakukan. Maka dalam 100 hari kita telah meningkatkan diri sebanyak 270 persen. Bukan 100% lebih baik. Tindakan yang tidak signifikan ini justru menghasilkan perubahan yang sustainable dan mudah dilakukan.

Mari menjadi guru yang siap berubah !

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s