//
anda sedang membaca...
Catatan Harian, Catatan Workshop

Mari Menciptakan Sekolah yang Ramah Anak

peserta

Alhamdulillah, saya mendapat kesempatan mengikuti pelatihan Kurikulum 2013 yang di selenggarakan oleh Indonesia Herritage Foundation (IHF) 11 s.d 16 Agustus 2014. IHF adalah sebuah yayasan yang telah terbukti berhasil menerapkan konsep pendidikan karakter sejak tahun 2000 dengan Sekolah Karakternya. Dalam pelatihan selama 6 hari ini saya banyak sekali mendapat banyak pencerahan, dari beberapa kali mengikuti pelatihan kurikulum 2013 baik dari pemerintah maupun pihak swasta, baru kali ini saya baru memahami benar kurikulum yang baru seumur jagung ini.

Memang, pelatihan ataupun sosialisai Kurtilas dari pemerintah banyak sekali menimbulkan kebingungan baru di kalangan guru. Apalagi jika sudah menyentuh ranah penilaian. Hasilnya mereka yang pelatihan jauh-jauh harus ke Bandung dan luar kota lainnya pulang hanya membawa kebingungan baru.

Sebagaimana kita ketahui, titik penekanan Kurtilas khusus jenjang SD adalah di berlakukannya pembelajaran Tematik Integratif dengan model Saintifik di semua jenjang (kelas 1 s.d 6), dan penilaian yang lebih menekankan ranah sikap spritual dan sosial. Pertanyaannya adalah Bagaimana penerapannya di lapangan ?

Kurikulum 2013 secara konsep memang sangat baik, membawa perubahan yang besar khususnya di tingkat SD, sebagaimana kita ketahui begitu beratnya beban belajar yang harus di pikul oleh anak – anak kita di usia SD. Belum lagi sikap orang tua dan guru yang lebih mendewakan nilai-nilai kognitif semata. Hasilnya adalah kita memanen anak-anak yang jauh dari nilai nilai karakter yang luhur.

Menurut Ibu Ratna Megawangi pendidiri Yayasan IHF krisis karakter atau moral anak-anak usia pelajar terjadi karena penerapan pendidikan kita belum menekankan pada penanaman karakter di usia dini. Mereka justru di jejali kemampuan kognitif dan adanya sistem Rangking. Semua itu terjadi walaupun pendidikan melalui berbagai kurikulum sebelumnya diberikan pendidikan agama di seluruh jenjang, pendidikan moral , kemudian besarnya alokasi dana dan perbaikan kurikulum secara berkala. Hasilnya ? Ternyata pengetahuan tentang agama dan moral belum sampai pada tingkatan perilaku, dan system pendidikan yang membangun kemampuan berpikir rendah.

Ironisnya justru para gurulah yang tanpa sadar menanamnya, hingga akhirnya itulah yang kita panen, sekolah tidak lagi menjadi tempat yang ramah bagi anak, justru sekolah menjadi penghambat karakter mereka. Orintasi sekolah yang hanya sebatas menghafal dapat menghambat kreatifitas dan taraf berpikir rendah (Lots). Parahnya lagi sekolah terbukti menjadi sumber timbulnya sikap : Apatis, motivasi rendah, resah, khawatir karena :

  1. Materi terlalu abstrak (menghafal, drilling, rote learning)
  2. Orientasi terlalu akademik
  3. Orientasi nilai/ rangking
  4. Terlalu banyak PR, Beban Pelajaran
  5. One Way Teaching, Teacher Centered
  6. Belajar karena takut gagal, khawatir
  7. Sistem sekolah yang terlalu terstruktur

Untuk menjawab permasalahan bangsa ini perlu usaha kita semua khususnya guru, pemilik sekolah (yayasan) dan orang tua untuk selalu berusahan menjadikan lingkungan rumah dan sekolah menjadi lingkungan yang ramah anak. Karena nasib bangsa kita 10-20 tahun yang akan datang tergantung anak-anak kita yang masih duduk di bangku sekolah dasar.

IMG_20140814_092009

IHF sendiri dengan sekolah Karakter dan beberapa TK Semai Benih Bangsa telah terbukti berhasil mengembangkan dan mempraktekkan sebuah model Pendidikan Holistik Berbasis Karakter untuk TK dan SD. Model pendidikan ini menerapkan teori-teori sosial, emosi, kognitif, fisik, moral, dan spiritual. Model ini diharapkan dapat memampukan setiap anak untuk berkembang sebagai individu yang terintegrasi dengan baik (secara spiritual, intelektual, sosial, fisik, dan emosi, yang berpikir kreatif secara mandiri, dan bertanggung jawab).

Pendidikan Holistik Berbasis Karakter bertujuan untuk membangun seluruh dimensi manusia dengan pendekatan pada pengalaman belajar yang menyenangkan dan inspiratif untuk anak-anak. Guru-guru akan diperlengkapi dengan pengetahuan teoritis dan praktis mengenai “Pendidikan yang Patut dan Menyenangkan”, “Pembelajaran yang Ramah Otak”, “Kecerdasan Emosi”, “Komunikasi Efektif”, “Penerapan Pendidikan 9 Pilar Karakter secara Eksplisit (mengetahui, merasakan, dan melakukan)”, “Kecerdasan Majemuk”, “Pembelajaran Kooperatif”, “Pembelajaran Kontekstual”, “Pembelajaran Berbasis Pertanyaan”, “Manajemen Kelas Efektif”, “Pembelajaran Siswa Aktif”, “ Whole Language ”, “Aplikasi Modul Pendidikan Holistik Berbasis Karakter”, “Aplikasi Modul Karakter di ruang kelas”, “Teknik Bercerita”, “Kreativitas dan Origami”, dan lain-lain.

IMG_20140814_091924

Model Pendidikan Holistik Berbasis Karakter adalah model pendidikan yang tidak hanya memberikan rasa aman untuk anak, tetapi juga menciptakan suasana belajar yang nyaman dan menstimulasi suasana belajar untuk anak. untuk mengetahui lebih lanjut. Teman-teman guru saya sarankan untuk mengikuti pelatihannya yang sampai Desember nanti masih gratis khusus 2 orang guru dari setiap sekolah. Banyak sekali pengalaman dan ilmu yang akan kita dapat, karena dipandu oleh para trainer atau instruktur nasional yang memang mereka telah terjun langsung menjadi pengajar selama kurang lebih 14 tahun.

Akhir kata, terima kasih kepada yayasan IHF dengan para trainernya yang luar biasa, semoga visi IHF menjadikan bangsa Indonesia lebih berkarakter bisa terwujud dengan cepat. Karena kalo bukan sekarang kapan lagi, kalo bukan kita siapa lagi. Mari para guru Indonesia kita menjadi guru Istimewa guru yang berkarakter untuk mencetak generasi yang cerdas dan berkarakter.

 

 

About mrwahid

I'm a Teacher in SDIT Islamia

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Mr.Wahid

Pengunjung Online

”amung

Statistik

Alexa Certified Traffic Ranking for mrwahid.worpress.com
Banner 250x250 pxl

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 39 other followers

@My Tweett

Sepercik Embun Hidayah

Setiap penulis akan meninggal. Hanya tulisannya yang akan kekal sepanjang masa. Maka tulislah tulisan yang akan membuatmu bahagia di hari kiamat.

Yusron Fauzi

Pembelajar yang Tak Pernah Pintar

Blog Pendidik

@dwitagama: Karakter tumbuh dari pembiasaan

Creative Learner

Learning, Teaching and Story Telling

Catatan wisha

untuk sahabat yang ingin berbagi

Swim to my words... Swim to my world...

Love the life you live... Live the life you love...

SUZIE ICUS PERSONAL BLOG

Education is not preparation for life; education is life itself - John Dewey

mulyana kuningan asri

tak pernah berhenti belajar

Blog Guru Kreatif

Mitra dalam wujudkan sekolah yang efektif dan guru yang profesional

kangdidisuradi

siswa yang berkarakter dimulai dari guru yang berkarakter

arebyne

Never Old to Learn

Nunung Nuraida

merekam asa, rasa dan cerita

Myblog.Ies-is

Ikhlas dengan takdirmu..,karena..,Ikhlas itu seperti dalam surat Al Ikhlas

%d bloggers like this: