//
anda sedang membaca...
Catatan Harian

Ajarkan Anak Teknik Membaca Cepat Sejak Dini. (1)

i_love_reading_by_maliahartatiMembaca adalah keterampilan yang mutlak harus dimiliki anak-anak kita, apalagi di era informasi yang super cepat seperti sekarang ini. Begitu banyak informasi baru setiap harinya yang beredar. Jika tidak cepat kita mengikuti arus informasi itu, anak-anak kita akan tertinggal jauh dari yang lain.

Coba pikirkan di masa depan tentang seberapa banyak buku yang harus dibaca anak-anak kita setiap hari.

Ketika kita mengingat hal tersebut, membaca bisa menjadi keterampilan yang berhubungan dengan pekerjaan yang paling sering mereka gunakan!

Ketika anak sudah bias membaca dengan baik, sangat penting untuk mengajarkan kepada mereka teknik membaca yang efektif atau teknik membaca cepat.

Menjadikan anak  pembaca yang lebih baik berarti semakin cepat dan efisien mereka dalam membaca, tanpa mengurangi intisari dari apa yang mereka baca. Pada artikel ini, kita akan melihat bagaimana kita dapat mengajarkan anak melakukan hal ini, dan bagaimana anak  dapat melupakan kebiasaan membaca lama mereka yang kurang baik.

Bagaimana Anak / Siswa Kita Membaca

Meskipun mereka menghabiskan sebagian waktunya setiap hari dengan membaca, apakah kita sebagai orang tua/ guru pernah berpikir bagaimana cara mereka membaca?

Bagaimana mata mereka memahami bentuk huruf, dan kemudian menempatkan huruf-huruf tersebut bersama untuk membentuk sebuah kalimat yang dapat mereka mengerti?

Ketika kita benar-benar berpikir tentang hal ini, membaca menjadi keterampilan yang cukup kompleks. Sebelumnya, para ilmuwan percaya bahwa ketika kita  membaca, kedua mata kita terfokus pada huruf tertentu dalam kata. Penelitian terbaru menunjukkan hal semacam itu tidak terjadi.

Para ilmuwan sekarang percaya bahwa masing-masing mata  mengunci ke huruf yang berbeda pada saat yang sama, biasanya dua karakter terpisah. Otak anda kemudian memadukan huruf-huruf tersebut bersama-sama untuk membentuk suatu kata. Hal ini terjadi hampir seketika.

Keuntungan Membaca Cepat

Kebanyakan anak membaca pada tingkat rata-rata 200 kata per menit. Ini berarti anda menghabiskan waktu 2-3 menit untuk membaca satu halaman dalam sebuah buku atau dokumen.

Namun, bayangkan jika mereka bisa menggandakan tingkatan menjadi 350 kata per menit. Mereka bisa dengan cepat membaca semua konten tersebut dalam separuh waktu. Mereka kemudian bisa menggunakan waktu yang dihemat untuk tugas-tugas lain, atau mengambil beberapa menit ekstra untuk bersantai.

Keuntungan penting lainnya dari membaca cepat adalah mereka dapat lebih memahami struktur keseluruhan dokumen. Hal ini menghasilkan pemahaman yang “lebih besar”, dimana mereka bisa mendapatkan keuntungan untuk efektifitas belajar mereka.

Memecahkan Kebiasaan Membaca yang Kurang Baik

Jika anak/siswa kita seperti kebanyakan orang, maka mereka mungkin memiliki kebiasaan membaca yang memperlambat mereka. Menjadi pembaca yang lebih baik berarti bagaimana mengatasi kebiasaan buruk tersebut, sehingga mereka dapat membuka jalan baru, yaitu cara yang efektif untuk membaca.

Di bawah ini adalah beberapa kebiasaan umum yang sering dilakukan anak/siswa kita sehingga menjadikan proses membaca mereka menjadi kurang baik, berikut diskusi mengenai apa yang dapat kita ajarkan dan lakukan untuk mengatasinya.

Sub-Vokalisasi

Sub-vokalisasi adalah kebiasaan mengucapkan setiap kata di kepala saat membaca. Kebanyakan orang melakukan hal ini sampai batas-batas tertentu.

Regresi

Regresi adalah membaca kembali materi yang tidak diperlukan.

Konsentrasi yang Lemah

Jika anak mencoba untuk membaca sambil menonton TV, mereka akan tahu betapa sulitnya untuk berkonsentrasi pada satu kata, apalagi pada banyak rangkaian kalimat. Membaca harus dilakukan dalam lingkungan di mana gangguan eksternal dijaga agar tetap minimum.

Untuk meningkatkan konsentrasi saat anda membaca, berhenti melakukan multitasking (melakukan 2 atau lebih aktivitas saat bersamaan) saat membaca, dan hilangkan setiap gangguan. Hal ini sangat penting, karena ketika anda menggunakan teknik mengumpulkan blok kata-kata secara bersama-sama dan berhenti melakukan sub-vokalisasi sambil melakukan aktivitas lain, anda mungkin menemukan bahwa anda sudah membaca beberapa halaman sebelum menyadari bahwa anda tidak memahami sesuatu dengan benar.

Membaca linear

Kita diajarkan untuk membaca ke samping dan ke bawah, mengamati setiap kata, kalimat, paragraf dan halaman secara berurutan.

Ketika kita melakukan hal ini, kita akan mengeluarkan perhatian yang sama baik untuk materi inti maupun materi tambahan. (Seringkali lebih banyak informasi yang disajikan lebih dari yang benar-benar anda perlu tahu).

Atasi hal ini dengan memindai judul pada halaman, serta dengan mencari poin-poin dan kata-kata dalam huruf tebal. Tidak ada aturan yang mengatakan bahwa anda harus membaca dokumen sesuai yang diinginkan penulis, sehingga pindai dengan cepat, dan putuskan apa yang diperlukan dan apa yang tidak. Hanya beri perhatian pada materi-materi kunci.

 

About mrwahid

I'm a Teacher in SDIT Islamia

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Mr.Wahid

Pengunjung Online

”amung

Statistik

Alexa Certified Traffic Ranking for mrwahid.worpress.com
Banner 250x250 pxl

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 39 other followers

@My Tweett

Sepercik Embun Hidayah

Setiap penulis akan meninggal. Hanya tulisannya yang akan kekal sepanjang masa. Maka tulislah tulisan yang akan membuatmu bahagia di hari kiamat.

Yusron Fauzi

Pembelajar yang Tak Pernah Pintar

Blog Pendidik

@dwitagama: karakter tumbuh dari pembiasaan

Creative Learner

Learning, Teaching and Story Telling

Catatan wisha

untuk sahabat yang ingin berbagi

Swim to my words... Swim to my world...

Love the life you live... Live the life you love...

SUZIE ICUS PERSONAL BLOG

Education is not preparation for life; education is life itself - John Dewey

mulyana kuningan asri

tak pernah berhenti belajar

Blog Guru Kreatif

Praktisi pelatihan guru dan konsultan manajemen sekolah

kangdidisuradi

siswa yang berkarakter dimulai dari guru yang berkarakter

arebyne

Never Old to Learn

Nunung Nuraida

merekam asa, rasa dan cerita

Myblog.Ies-is

Ikhlas dengan takdirmu..,karena..,Ikhlas itu seperti dalam surat Al Ikhlas

%d bloggers like this: