Mengenal Lebih Dekat si Otak Reptil

Masih ingat dengan konsep triune brain dari Paul D. Maclean, saya pernah mengulas hal ini dalam tulisan saya sebelumnya (http://wp.me/p12JKe-fM). Secara sederhana si konsep triune brain adalah pembagian otak manusia menjadi tiga bagian. Salah satunya adalah si Otak Reptil.

Si otak Reptil ini bisa kita sebut sebagai sang Penjaga, karena berikaitan dengan tugasnya yaitu mengatur gerak refleks dan keseimbangan koordinasi pada tubuh manusia. Si otak Reptil inilah yang memberi perintah tubuh kita bergerak jika terjadi bahaya atau melindungi diri kita dari bahaya fisik dengan pendekatan “LARI atau LAWAN”.

Ketika si otak Reptil ini aktif, orang tidak dapat berpikir, yang berperan adalah INSTING dan LANGSUNG BEREAKSI. Ia aktif apabila seseorang merasa takut, stress, terancam, marah, kurang tidur, atau kondisi tubuh lelah.

Ibarat sang penjaga pintu gerbang, jika kita dapat memuaskan si otak Reptil ini, ia akan membukakan pintu masuk arus informasi ke bagian otak berikutnya. Bagaimana cara agar si otak Reptil ini terpuaskan ? Satu-satunya cara adalah dengan memberikan stimulusi kepadanya dan membuat lingkungan fisik di sekelilingnya nyaman dilihat dan dirasakan

Setelah lingkungan fisik di sekeliling kita pastikan nyaman, selanjutnya si Otak Reptil ini perlu diberikan beberapa stimulus yang tepat sasaran, stimulus itu antara lain :

1. Stimulus yang fokus pada diri individu yang bersangkutan

si otak reptil hanya tertarik pada hal-hal yang berhubungan dengan keselamatan dirinya sendiri. Jika tidak, biasanya akan diabaikan.  Oleh karena itu cara yang praktis adalah membuka kelas dengan memunculkan kalimat sapaan yang bersifat khusus dan nyaman untuk siswa, dan pertanyaan -pertanyaan khusus kepada siswa.

2. Stimulus yang mengandung kontras

Kontras disini maksudnya mengandung unsur UNIK dan BERBEDA , dengan melakukan beberapa hal seperti dibawah ini :

  • Munculkan kesan dan penampilan berbeda setiap hari, tidak harus menggunakan seragam berbeda setiap harinya. Bisa juga dengan menggunakan pin yang tertulis kata-kata yang cukup unik dengan huruf kapital.
  • Buatlah design display kelas yang unik dan berbeda-beda
  • Gunakan strategi mengajar yang berbeda dan tidak monoton.

3. Stimulus yang bersifat konkret, nyata, dan bisa diterima secara langsung oleh pancaindra (sensory based)

INGAT ! si otak reptil ini sangat kesulitan menangkap suatu informasi yang bersifat abstrak, tetapi Ia membutuhkan informasi yang sederhana, nyata, dan bisa diproses dengan cepat. Informasi demikian dapat diterima secara langsung oleh pancaindera (dilihat, didengar, dirasakan, dicium, dan dicecap).

Oleh karena itu kita sebagai guru harus bisa membuat semua materi pembelajaran menjadi konkret.

4. Stimulus yang merupakan awal dan akhir sebuah proses

Maksimalkan menit-menit pertama dalam proses pembelajaran, artinya kegiatan apersepi harus dioptimalkan agar berhasil. Demikian pula pada saat ingin mengakhiri pembelajaran. Dalam Quantum Teaching Bobbi DePorter memberikan gagasan cara menutup pelajaran dengan ULANGI dan Rayakan.

grafik

Dari grafik diatas terlihat bahwa konsentrasi paling tinggi terdapat di awal dan akhir pembelajaran.

Jika setiap hari siswa kita mendapatkan semangat di awal belajar dan juga semangat ingin melakukan sesuatu sesudah pelajaran, sungguh pembelajaran itu akan masuk ke dalam memori jangka panjang!

5. Stimulus yang bersifat visual.

Gunakan bahasa gambar daripada hanya sekedar kata-kata. Karena si otak reptil ini hanya membutuhkan 0,002 detik untuk mengenali gambar. Jadi, kita sebagai guru harus banyak menggunakan gambar sebagai unsur visual dalam mengajar. Jika kondisi memaksan harus “ceramah”, guru harus menggunakan bahasa tubuh. Jangan mengajar dengan tangan masuk kantong celana, juga hanya berdiri di satu tempat saja.

Semoga dengan mengenal cara kerja si otak reptil ini kita bisa lebih kreatif lagi dalam menciptakan proses belajar. Ternyata otak kita punya sistem kerja yang sangat teratur. Jika mengikut[i sistem kerja otak, proses belajar akan berhasil.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s