Sudahkah kita Bertanya Efektif di kelas ?

The whole art of teaching is only the art of awakening the natural curiosity of young minds for the purpose of satisfying it afterwards.” Anatole France (1859)

aktiveMengajar adalah seni untuk merangsang keingintahuan murid. Rasa ingin tahu itulah yang harus dibangkitkan dari dalam diri siswa. Karena hal itu akan membuat mereka tertantang untuk berpikir. Albert Einstein pernah berujar. “Hal terpenting adalah tidak pernah berhenti berpikir. “

Seorang guru sudah bisa dikatakan mengajar dengan baik jika ia mampu membuat pertanyaan yang baik pula. Karena keterampilan bertanya efektif sangat penting dikuasai oleh seorang guru. Peranan ‘pertanyaan’ merupakan bagian terpenting dalam menyusun sebuah pengalaman belajar bagi murid. Hal ini diperkuat dengan pernyataan Socrates yang meyakini bahwa semua ilmu pengetahuan akan diketahui atau tidak diketahui oleh siswa, hanya jika guru dapat mendemonstrasikan keterampilan bertanya yang baik dalam praktek pembelajaran di kelas.

Namun, tidak sedikit guru yang belum menguasai keterampilan yang satu ini. Gall (1984) menemukan bahwa 60% pertanyaan guru hanya menguji kemampuan menginat murid, sementara hanya 20% pertanyaan guru memfasilitasi kemampuan berpikir tingkat tinggi murid (berpikir kritis-kreatif). Penulis sering kali menemukan fakta dilapangan ketika kegiatan supervise berlangsung, kebanyakan pertanyaan guru bersifat ‘lower order’ yang hanya dapat menguji kemampuan berpikir tingkat rendah, seperti kemampuan mengingat informasi.

Sebagai seorang guru kita perlu terus mengasah keterampilan bertanya efektif di kelas. Berikut ini beberapa anjuran terkait prinsip bertanya efektif di kelas dari Thomas R.McDaniel (2000) :

  1. Buatlah rencana pertanyaan. Artinya, jangan merencanakan pertanyaan kepada murid bebera saat sebelum bertanya. Lebih baik semua pertanyaan itu termaktub di dalam RPP (lesson plan)yang kita buat.
  2. Gunakan beragam level jenis pertanyaan sehingga mampu memfasiltasi kemampuan berpikir tinggkat tinggi murid. Upayakan semua pertanyaan mengikuti kaidah M-S dan S-R (mudah-sukar dan sederhana-rumit).
  3. Sediakan waktu jeda kepada murid untuk menjawab pertanyaan,
  4. Menahan diri untuk tidak segera memberikan opini terhadap jawaban murid pada jenis pertanyaan yang menuntut kemampuan berpikir tinggi. Hindari kebiasaan untuk segera menanggapi jawaban murid. Berikan kesempatan kepada murid untuk saling mendengarkan jawaban di antara mereka.
  5. Jangan bermain aman. Maksudnya, jangan berikan pertanyaan yang kita sendiri sebagai guru sudah tahu jawabannya. Berikanlah pertanyaan yang kita sendiri juga belum tahu jawaba pastinya.
  6. Dengarkan secara seksama setiap jawaban murid
  7. Berikan penguatan positif atas jawaban murid.
  8. Gunakan teknik bervariasi dalam meminta murid menjawab pertanyaan. Misalnya dengan mengambil kartu yang sudah berisi nama-nama murid secara acak.
  9. Ajarkan kepada murid bagaimana cara menjawab pertanyaan.
  10. Ajarkan juga kepada murid bagaimana cara membuat pertanyaan.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s