//
anda sedang membaca...
Catatan Harian, Pakem

Ada Alien di Sekolah Kami

Rabu 4 September 2013, saya menyampaikan kepada anak-anak bahwa kita akan didatangi alien, mereka pun terkejut. Lalu saya menunjukkan gambar alien kepada mereka, saya katakan kepada mereka inilah wajah alien yang akan datang kepada kita, tujuannya adalah Ia ingin mempelajari apa saja organ-organ pencernaan manusia. Oleh karena itu, kalian harus mempelajari dulu materi tersebut sebelum alien itu tiba.

3855492-green-alien-portrait-isolated-on-white

Pembelajaran pun dimulai, tampak semua anak mengamati apa saja organ-organ pencernaan manusia, mereka sangat bersemangat. Inilah pentingnya membangkitkan motivasi belajar mereka di awal. Setelah mereka mengamati dan membaca. Saya kembali menjelaskan  dan menerangkan kepada mereka apa saja organ-organ pencernaan manusia dan dimana letaknya dalam tubuh.

Alien dapat diperankan oleh siswa maupun guru, saya mengamati dengan strategi ini semua siswa tampak terlihat senang dan aktif, bahkan siswa yang selalu murung di kelas duduk di depan saat alien itu datang dan begitu saya panggil untuk presentasi menyebutkan organ pencernaan di depan alien dia mampu menyebutkan dengan lengkap.

Inilah dahsyatnya scene setting dalam membangun motivasi belajar siswa di awal pembelajaran, dalam RPP masuk dalam zona appersepsi. Guru mesti memutar otak untuk menciptakan scene setting yang menarik bagi siswa. Berikut ini adalah pengertian dan tips bagaimana scene setting itu dibuat :

Scene setting adalah aktivitas yang paling dekat dengan strategi pembelajaran. Salah satu model scene setting, seperti yang diapaparkan oleh Bobbi DePorter dalam bukunya Quantum Teaching, adalah AMBAK, berarti apa manfaatnya bagiku. Scene setting adalah aktivitas yang dilakukan guru atau siswa untuk membangun konsep awal pembelajaran

Fungsi scene setting
  • Fungsi scene setting adalah sebagai berikut.
  • Membangun konsep pembelajaran yang berkesan sehingga dapat membangun kembali bekal pengetahuan awal dalam sebuah pengalaman belajar menuju ke materi inti pembelajaran.
  • Memberi pengalaman belajar sebelum masuk pada materi inti sehingga bisa memberikan makna belajar yang mendalam ketika siswa mulai masuk ke materi inti.
  • Sebagai pereduksi instruksi. Artinya, jika kita menggunakan scene setting, instruksi-instruksi dari guru akan dikerjakan oleh siswa dengan rela dan berasal dari keinginan siswa itu sendiri secara internal.
  • Sebagai pembangkit minat siswa dan rasa penasaran.
Supaya tidak bingung dalam membuat scene setting, Munif Chatib dalam buku Gurunya manusia menuliskan beberapa sumber ide scene setting sebagai berikut :
 
1.       Keselamatan hidup
  1. Berkaitan dengan keselamatan hidup seseorang atau makhluk lain.
  2. Akan lebih berkesan, apabila yang terancam berada pada lingkaran terdekat diri siswa dan keluarganya.
  3. Contoh yang banyak digunakan adalah bencana alam, penyakit, kecelakaan, dan lain-lain.
2.       Kegunaan atau manfaat
  1. Aktivitas yang akan diajarkan berkaitan dengan adanya manfaat yang akan didapat siswa pada saat aktivitas itu dilakukan.
  2. Manfaat tersebut akan lebih baik dapat dirasakan lansung oleh siswa pada saat selesai melakukan aktivitas.
  3. Contoh yang banyak dilakukan adalah kegunaan suatu alat atau manfaat aktivita untuk tubuh atau pengetahuan.
3.       Sebab akibat
  1. Aktivitas yang akan diajarkan berkaitan dengan adanya akibat yang akan terjadi apabila aktivitas tersebut diajarkan.
  2. Akibat yang terjadi lebih baik bersifat  “ekstrem’-sangat menyentuh dan berpengaruh kepada siswa.
  3. Contoh yang banyak digunakan adalah menceritan akibat atau dampak yang terkait dengan materi belajar.
4.       Penyampaian informasi atau berita
  1. Aktivitas yang akan diajarkan berkaitan dengan berita atau informasi yang up to date.
  2. Berita tersebut dapat dibacakan atau diceritakan oleh guru.
  3. Contohnya dengan membawa kliping koran atau majalah tentang berita yang terkait dengan materi balajar.
5.       Cerita imajinatif
  1. Aktivitas pembelajaran diawali dengan cerita khayalan yang menarik minat siswa untuk masuk kemateri belajar.
  2. Cerita tersebut dapat berupa cerita dari film-film fiksi atau guru mengarang sendiri.
  3. Biasanya, cerita imajinatif ini sangat disukai oleh siswa-siswa usia golden age (usia emas: 0-8 tahun).
6.       Pertanyaan
  1. Aktivitas pembelajaran diawali dengan beberapa pertanyaan yang memancing siswa untuk membawa mereka ke materi pembelajaran.
  2. Model dan cara guru bertanya pada awal belajar ini dapat bervariasi, dapat berupa pertanyaan berantai.
  3. Biasanya, akan berhasil apabila ada penghargaan yang diberikan kepada siswa jika pertanyaan tersebut dapat dijawab.
7.       Film
  1. Aktivitas belajar diawali dengan film, tetapi siswa tidak diberi tahu judul dan maksud film tersebut.
  2. Biasanya, guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok untuk memberikan komentar setelah film diputar.
  3. Jenis film dapat beragam sesuai dengan materi belajar.
Pola scene setting
Pola scene setting adalah bagaimana scene setting itu dilakukan oleh guru. Berikut ini adalah beberapa pola scene setting.
1.       – Bercerita
Scene setting dilakukan oleh guru dengan cara bercerita. Biasanya, pola ini banyak digunakan oleh guru sebab paling mudah.
2.       – Visualisasi
visualisasi biasanya menggunakan teaching aids yang terkait dengan materi belajar. Visualisasi dapat berfungsi untuk pemahaman materi yang akan masuk dalam memori jangkan panjang. Pelaksanaan visualisasi dapat melibatkan siswa.
3.       – Simulasi
Simulasi adalah aktivitas awal dengan melibatkan siswa dalam sebuah simulasi kondisi yang terjadi sehari-hari. Pada simulasi, diharapkan para siswa dapat merasakan kaitan antara sebuah kondisi yang disimulasikan dengan materi belajar yang akan diajarkan.
4.       – Pantomim
Pantomim yang dilakukan guru akan membangkitkan semangat siswa untuk mencari tahu maksud pelajaran tersebut. Pantomim juga dapat dilakukan oleh siswa  atas arahan guru dan siswa yang lain mengamati.
5.       – Mendatangkan tokoh
Awal pembelajaran dengan mendatangkan tokoh akan sangat menarik siswa untuk mengikuti kelanjutan pelajaran tersebut. Kehadiran tokoh tersebut di dalam kelas jangan terlalu lama, usahakan sebentar saja.

About mrwahid

I'm a Teacher in SDIT Islamia

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Mr.Wahid

Pengunjung Online

”amung

Statistik

Alexa Certified Traffic Ranking for mrwahid.worpress.com
Banner 250x250 pxl

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 39 other followers

@My Tweett

Sepercik Embun Hidayah

Setiap penulis akan meninggal. Hanya tulisannya yang akan kekal sepanjang masa. Maka tulislah tulisan yang akan membuatmu bahagia di hari kiamat.

Yusron Fauzi

Pembelajar yang Tak Pernah Pintar

Blog Pendidik

@dwitagama: Karakter tumbuh dari pembiasaan

Creative Learner

Learning, Teaching and Story Telling

Catatan wisha

untuk sahabat yang ingin berbagi

Swim to my words... Swim to my world...

Love the life you live... Live the life you love...

SUZIE ICUS PERSONAL BLOG

Education is not preparation for life; education is life itself - John Dewey

mulyana kuningan asri

tak pernah berhenti belajar

Blog Guru Kreatif

Mitra dalam wujudkan sekolah yang efektif dan guru yang profesional

kangdidisuradi

siswa yang berkarakter dimulai dari guru yang berkarakter

arebyne

Never Old to Learn

Nunung Nuraida

merekam asa, rasa dan cerita

Myblog.Ies-is

Ikhlas dengan takdirmu..,karena..,Ikhlas itu seperti dalam surat Al Ikhlas

%d bloggers like this: