Guru Berkarakter Ramadhan

ramadan_by_ademmm

Bulan Ramadhan yang tak lama lagi akan meninggalkan kita ini merupakan bulan pendidikan, yang berfungsi sebagai sarana untuk meningkatkan karakter kita sebagai insane bertaqwa.

Bersama kita lalui Ramadhan ini dengan program (amalan-amalan) yang mengkondisikan kita untuk  menjalani proses pendidikan melalui puasa, taraweh, taddarus, bersedekah, zakat dan lainnya. Tujuannya, setelah Ramadhan selesai, kita bukan saja sudah terlatih dan terbiasa menjalankan semua ibadah yang biasa kita lakukan selama bulan puasa secara istiqamah (konsisten), tapi juga bisa meresapi rahasia dan makna yang terkandung di balik semua ibadah tersebut secara jernih dan mendalam.

Tujuan akhir dari semua pembelajaran kita selama sebulan adalah agar kita menjadi pribadi bertaqwa seperti yang diinginkan surah Al-Baqarah ayat 183 yang sudah sering kita dengar.

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan kepadamu berpuasa sebagaimana  diwajibkan kepada orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.”

Dengan berakhirnya Ramadhan, berarti kita memasuki purna pendidikan dengan mengemban nilai-nilai yang sejatinya mengantarkan kita menjadi lebih bertaqwa, menjadi manusia yang berkarakter unggul.

Jika kita kaitkan hal ini dengan profesi kita sebagai seorang pendidik atau guru, tentu karakter unggul ini sangat penting dimiliki oleh seorang pendidik. Kalau kita merujuk pada ayat Al-Quran surat al-Baqarah di atas, setidaknya ada 3 hal yang harus di wujudkan untuk menjadi seorang guru yang berkarkter Ramadhan.


Karakter taqwa Pertama, Peduli

Ini merupakan kemestian dalam kehidupan kita sebagai seorang guru. Islam menekankan pentingnnya sikap peduli, karena memiliki dampak sosial sekaligus individual. Peduli terhadap kemajuan dan puerkembangan peserta didik, peduli terhadap kesulitan belajar mereka, peduli terhadap akhlaq dan perilaku mereka.

Karakter taqwa kedua, Konsistensi

Yaitu keselarasan antara kata dan perbuatan, antara harapan dan kenyataan sebagai bentuk keimanan seseorang. Seorang guru sejati selalu konsisten dalam menjalankan kewajibannya. Guru adalah pribadi yang tidak hanya di dengar siswa, tetapi juga di gugu dan di tiru sikap dan perilakunya.

Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan. (Ash-Shaf : 2-3)

Karakter taqwa ketiga, Sabar

Kesabaran merupakan modal untuk terus menjalani proses mendidik, karena mendidik tidaklah semudah kita membalikkan telapak tangan, terkadang ada benturan, ada halangan yang menghadang. Kesabaran ini merupakan kendali untuk terus bekerja mengajar dan mendidik sesuai dengan prosedur aturan yang ada. Dan dengan itu, jalan keluar dari permasalahan akan mudah ditemukan.

“Wahai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah : 153)

Apabila pendidikan kesabaran ini berhasil kita resapi, maka saya yakin, kita semua akan bisa melalui kesulitan demi kesulitan dalam menjalani tanggung jawab kita terhadap peserta didik dengan mudah, tanpa keluh kesah.

Semoga Ramadhan ini mengantarkan kita menjadi seorang Guru Yang Lebih Baik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s