Sudahkah kita mengajar dengan baik ?

 

Entah kenapa hari senin ini semangatku hilang untuk berangkat ke sekolah, mungkin tanggal tua kali ya ? atau mungkin aku terkena Monday Virus. Namun, meski langkah ini berat aku harus tetap berangkat untuk menjalankan amanah ini. Saat mengajar aku harus bisa memulihkan semangatku, agar tidak terbawa kedalam kelas, karena pasti yang akan rugi adalah anak-anak.

Selesai mengajar saya biasa bertanya kepada diri sendiri, sudahkah saya mengajar dengan baik, bagaimana antusias teman-teman saat KBM tadi. Biasanya suka sedih, atau menyesal jika merasa saya belum maksimal dalam mengajar.

Ternyata mengajar yang baik itu bukan sekedar membuat anak sibuk mengerjakan tugas sampai waktu habis. Kita perlu strategi untuk membuat anak-anak kita di kelas tetap fokus dan senang belajar. Semua itu akan bisa kita lakukan jika kita terus mengevaluasi, menilai, dan mencermati bagaimana cara kita mengajar.

Lebih baik lagi tidak hanya kita sendiri yang menilai, tetapi orang lain yang mungkin sudah lebih berpengalaman dari kita. Jadi, kita perlu rekanan dalam menilai cara kita mengajar, jangan lagi kita takut dengan yang namanya supervisi, kunjungan kelas, dan micro teaching. Karena semua itu bagian dari proses peningkatan skill kita dalam mengajar.

Nah, untuk bahan evaluasi kita setelah kita mengajar, berikut ini adalah ciri guru yang mengajar dengan baik di kelas yang saya ambil dari Pak Agus Sampurno dalam blognya gurukreatif.wordpress.com.

  • saat menerangkan jelas, bicaranya sesuai dengan tingkatan umur siswa
  • setelah memberikan tugas tidak lantas duduk di mejanya sendiri lalu asyik dengan laptop atau hape nya
  • setelah memberikan tugas ia berjalan-jalan untuk memastikan anak-anak mengerti dan memotivasi anak yang sedang kesulitan
  • rajin bertanya yang membuat siswa berpikir keras
  • membawa sesuatu di tangannya, bukan cuma sekedar buku pegangan namun alat peraga dan hal yang bisa membuat siswanya paham
  • komunikasi di kelas berjalan dengan baik. Guru mendengarkan siswa saat siswa bertanya, saat guru menerangkan siswa mendengar dan tidak ada satupun yang berbicara
  • murid rileks karena tugas dari gurunya membuat ia bisa katakan ada dirinya sendiri; “aku bisa…”
  • murid yang selesai duluan punya pekerjaan untuk dilakukan

Jika, kita berhasil dalam mengajar tentu kita senang dan anak-anak sudah pasti senang, dengan demikian alur ilmu yang kita sampaikan akan mengalir dengan baik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s