Agar Mengajar Kita Lebih Bermakna

anak-belajar Sebagai guru pernahkah kita mengalami saat memberikan pelajaran seisi kelas merasa antusias dengan kegiatan belajarnya, kemudian setelah itu mereka selalu merindukan dan menyukai cara kita dalam mentransfer mata pelajaran. Jika saja setiap hari kita mengalami hal tersebut, tentu kita merasakan kepuasan yang luar biasa. Rasa lelah sepertinya terbayar lunas dengan keberhasilan anak anak kita dalam memahami semua materi yang kita sampaikan.  

Setiap guru pasti merindukan keberhasilan dalam mengajar, namun tidak semua guru yang mau terus belajar, berinovasi, dan kreatif dalam mengembangkan sistem pembelajaran. Mereka merasa tugasnya telah selesai ketika semua materi dan kompetensi sudah selesai diberikan, masalah siswa bisa atau tidak itu bukanlah tanggung jawabnya.  

Munif Chatib dalam sebuah bukunya menuliskan sungguh amat rugi jika seorang guru yang sudah bertahun-tahun mengajar namun apa yang ia sampaikan sama sekali tidak di mengerti bahkan hilang dari ingatan siswa ketika ia selesai mengajar. Artinya, ingatan itu hanya sampai di otak kiri, tidak membekas dalam ingatan jangka panjang siswa. Tentu kita tidak mau mengalami hal itu bukan ?

Padahal menurut amanat undang-undang tugas guru tidak hanya selesai ketika ia sudah menyampaikan semua materi, tetapi tugas guru dimulai dari perencanaan, kemudian pelaksanaan, hingga penilaiain sebagai bahan evaluasi.

 

Setiap guru mesti menyadari bahwa mereka harus mampu mengembangkan sistem pembelajaran yang membuat siswa aktif dan tertarik untuk mencapai beragam kompetensi adalah tugas utama guru dalam penyelengaraan kegiatan belajar mengajarnya.Siswa belajar dan menyerap materi pelajaran dari cara guru menyampaikan pengajarannya,siswa berharap bisa mendapatkan pengalaman yang berkesan saat belajar bersama gurunya ,siswa juga berharap dapat menuntaskan materi yang dipelajarinya tanpa perasaan tertekan.

 

“ just because samething is important to you it doen’t automatically men that others mst sacrifice what important to them . “.

 

Agar dapat merangsang minat belajar siswa guru harus mampu mengidentifikasi dan mengaplikasikan strategi strategi pembelajaran yang dapat menjadikan KBM sebagai kebutuhan belajar siswa serta rasa bangga mempelajari ilmu bersangkutan. Gurulah yang bertanggung jawab untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan merancang pembelajaran dan mengembangkan media yang lebih baik sesuai kebutuhan dan potensi siswa.

 

Berikut beberapa tips membangkitkan minat belajar siswa. (sumber : http://ktresnankomedi.blogspot.com)

 

1. Mengetahui kriteria kompetensi siswa dalam belajarnya.

Guru harus memiliki gambaran kemampuan siswa dalam menyerap materi yang akan disampaikan. Karena setiap anak memiliki kecepatan dan gaya belajar yang berbeda-beda. Berdasarkan situasi ini guru harus dapat berimajinasi untuk menggunakan alat peraga atau media pembelajaran yang lain seperti audio visual guna mempermudah siswa dalam memahami teori atau konsep yang mau diajarkan. Selanjutnya melalui pertanyaan berjenjang siswa dapat menjawab tanpa rasa takut salah.

 

2. Mengkomunikasikan materi pelajaran secara sederhana dan mudah dimengerti

Sampaikan materi dengan bahasa yang dimengerti oleh anak, jangan sekedar mengambil dari buku teks. Cara mengajar dan komunikasi guru adalah identitas pertama bagi seorang siswa untuk menyusun minatnya mempelajari sesuatu dengan lebih bersemangat Bagi seorang siswa belajar secara menyenangkan ,mudah dimengerti tanpa rasa takut kepada gurunya setiap kali kegiatan belajar akan meningkatkan minat mempelajari ilmu lebih dalam dan lebih luas.

 

3. Jadikan pembelajaran sebagai pengalaman yang menyenangkan bagi siswa.

Inovasi dan kreasi guru adalah untuk menciptakan kegiatan pembelajaran yang tidak membosankan .Salah satu nya adalah dengan keterlibatan aktif siswa dalam kegiatan pembelajarannya.Misalnya merangsang anak untuk memanfatkan bahan bahan bekas atau sedanya untuk menciptakan sebuah karya ,memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan pendapat ,berani tampil didepan umum tanpa rasa takut dicemooh,kemampuan anak menuangkan imajinasi ,emosi dalam hasil karya kerajinan atau tugas menyusun makalah serta suasana kelas yang ceria dan mengembirakan serta dialogis dalam pertemuan kelas. Pengalaman belajar yang menyenangkan dan tidak membosankan akan membuat siswa dapat mengingat materi yang diajarkan dengan lebih baik baik secara kogitif ataupun asosiatif.

 

4. Membuat siswa aktif berpikir melalui latihan soal dengan game secara berkelompok .

Permainan yang dikembangkan dalam kegiatan pembelajaran amat disukai siswa karena pada dasrnya manusi adalah makhluk yang suka bermain disamping siswa secra tidak sadar bahwa permainan yang dilakukan adalah belajar. Karena itu seorang guru harus mampu menciptakan suasan bermain dalam kegiatan belajra nya dengan mendinamiskan ketrlibatan siswa secara aktif dan spontan Tiap games pembelajaran harus dirancang dan diakitkan serta terfokus pada pengetahuan ,kemampuan dan ketrampilan yang berbeda dari aspek kognitif ,afektif ,psikomotorik dan spiritualitas siswa. Permainan bisa untuk individual skill namun juga harus dikondisikan untuk team work dimana siswa secara terstruktur dapat menemukan konsep tentang difinisi dari pengetahuan yang diajarkan . Sedangkan guru bertindak sebagai instruktur kegiatan yang memberikn intervensi sederhana untuk tugas yang diemban siswa..

 

5. Gunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi( TIK ) sebagai alat bantu.

Pembelajaran merupakan pengembangan pengetahuan ,ketrampilan atau sikap baru pada saat seorang individu ber interaksi dengan informasi dan lingkungan baik didalam kelas maupun diluar kelas dengan melibatkan segenap potensi sumber belajar termasuk pengunaan ICT. Diera teknologi sekarang ini ,siswa memiliki akses yang semakin mudah untuk mengakses segala macam informasi.Maka guna membangun kebiasaan cerdas menggunakan ICT dikalangan siswa sekaligus menjadikannya sebagai media belajar bagi siswa seorang guru /sekolah harus dapat menggunakan dan memiliki akun website,bloger ataupun sistem ICT yang terbagun dan termange dengen baik guna mendukung semua aktivitas kegiatan belajar mengajar/aktivitas pembelajaran disekolah . Umpama siswa dapat melihat hasil ulangan,absen ,laporan tugas administrasi via online termasuk konseling dan mencari solusi persaoalan pribadi kepada gurunya disekolah.ICT bila dipergunakan dengan tepat guna dapat memberikan kemanfaatan yang besar dengan biaya yang relatif terjangkau.

Advertisements

2 thoughts on “Agar Mengajar Kita Lebih Bermakna

  1. tulisan yang bagus sekali Mister…
    Menjadi kebanggaan ketika pembelajaran berhasil. Lebih bermakna pula, apalagi setiap pertemuan seorang guru memberikan kata hikmah yang menginspirasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s