//
anda sedang membaca...
Catatan Harian, Pendidikan

Sudahkah Sekolah kita Menyenangkan Untuk Siswa ?

Tawuran pelajar yang belum lama ini kembali terjadi sungguh memprihatinkan, khususnya mungkin bagi kita sebagai seorang guru, dan mungkin juga bagi pemerintah dalam hal ini Departemen Pendidikan. Jika melihat beritanya yang setelah kejadian ini begitu marak di berbagai media, sepertinya pemerintah menjadi kambing hitam, setidaknya menurut para pakar pendidikan dan beberapa psikolog. Sehingga sampai DPR meminta pemerintah untuk segera mengevaluasi kurikulum sistem pendidikan nasional.

Memang benar sih .. kurikulum yang di bebankan kepada anak-didik kita memang terasa berat, dan semua hanya menekankan kepada kemampuan akademik saja, hanya sedikit sekali yang menekankan pada aspek empati.

Parahnya lagi, beban kurikulum ternyata tidak hanya membebani siswa, terkadang hal ini juga ikut membebani guru. Tuntutan yang begitu tinggi akan aspek akademik semata, membuat guru terpaksa menuntut dan menekankan kepada siswanya. Sehingga bisa jadi siswa dan guru bisa sama-sama stress dan cepat merasa lelah.

Beban kurikulum yang berat ini juga dirasakan oleh siswa SD, lebih-lebih Sekolah yang menganut sistem fullday school, atau sekolah yang menggabungkan kurikulum SD dengan kurikulum Madrasah. Karena secara otomatis beban belajar siswa menjadi bertambah banyak. Dan ternyata tidak hanya siswa, beban guru-gurunya pasti ikut bertambah.

Sebagai seorang guru yang bekerja di sekolah dengan sistem fullday saya terkadang kasihan melihat anak-anak kita ketika berangkat ke sekolah, mereka sudah harus membawa tas besar dengan banyak buku di dalamnya, belum lagi beban tugas dan PR yang bisa saja menumpuk, kemudian terkadang beban keinginan orang tuanya yang terlalu besar akan prestasi dari anaknya.

Lagi-lagi yang menjadi korban tidak hanya siswa, tetapi juga para guru, yang ikut terbebani karena jumlah jam yang bertambah, belum lagi beban dari pihak yayasan yang menuntut tinggi akan prestasi-prestasi yang membanggakan, kkm yang tinggi, hafalan qur’an yang banyak, dan hasil kelulusan yang sempurna. Semua itu menjadi beban bagi para guru, khususnya di pundak pemangku jabatan tertinggi yaitu Manajemen Sekolah.

Sehingga kepala sekolah menekan guru-gurunya untuk bekerja keras, guru juga ikut menekan kepada para siswa, guru berharap-harap cemas jika ada evaluasi semacam UTS ataupun UAS, kalo bisa berharap semua siswanya lulus tanpa ada satupun yang remedial.

Paradigma yang salah tentang kecerdasan anak juga masih sering terjadi di kalangan orang tua, yang menganggap kecerdasan hanya dilihat dari akademik berupa angka atau nilai ulangan semata. Begitu melihat hasil ulangan putra/I nya selalu di bawah kkm, mereka panik luar biasa, sehingga jalan terakhir yang ditempuh adalah menambah jam belajar anak dengan mendaftarkan mereka di tempat-tempat les atau bimbingan belajar.

Hal ini perlu di perhatikan, terutama kepada para pelaku pendidikan yang menerapkan sistem full day. Tujuan yang baik dari sistem ini jangan sampai menjadi bumerang bagi kita, kita pasti tidak ingin sekolah justru menjadi penjara bagi anak-anak kita, yang dapat menyebabkan mereka stress dan cepat merasa lelah. Menurut penilaian saya sekolah full day yang baik itu antara lain :

  1. Beban belajar yang terlalu berat harus di imbangi dengan banyak aktifitas yang menyenangkan bagi siswa. Dalam hal ini guru perlu diberikan berbagai macam pelatihan yang terstruktur tentang strategi-strategi pembelajaran. Untuk itu sekolah perlu melengkapi berbagai fasilitas yang mendukung, seperti lahan yang luas untuk kegiatan outing dsb.
  2. Sekolah menyediakan fasilitas locker untuk para siswa jauh lebih baik, dari pada mqembiarkan siswa membawa beban yang berat yang harus mereka bawa setiap hari.
  3. Bangunan sekolah juga menjadi perhatian yang serius, fisik harus mendukung, ruang kelas harus di desaign sedemikian rupa agar siswa merasa betah dan merasa seperti di rumah sendiri.
  4. Lingkungan sekolah semua harus menampilkan kesan yang menyenangkan, mulai dari karyawan, guru, sampai satpam dan OB.
  5. Paradigma guru yang berlaku adalah semua siswa juara, tidak ada sekat antara kelas yang hebat dengan kelas yang low. Tidak ada guru yang stress karena kkm yang tidak tercapai.
  6. Guru memiliki hobi yang sama, yaitu selalu belajar untuk berkembang, semua berlomba menciptakan inovasi-inovasi pembelajaran yang menyenangkan.
  7. Untuk memantik kreativitas guru, Yayasan memberikan kebebasan sepenuhnya kepada guru tanpa terkesan membebani.
  8. Penilaian tidak hanya dilihat dari angka-angka saja, tetapi dari berbagai aspek.
  9. Menggali potensi siswa, tidak hanya dari sisi akademis semata, tetapi juga sisi empati dan pengembangan karakter.

Intinya adalah bagaimana kita membuat sekolah itu menjadi tempat yang menyenangkan bagi siswa, sehingga siswa tidak lagi merasa keberatan, malah justru akan membuat mereka merasa ingin terus belajar.

About mrwahid

I'm a Teacher in SDIT Islamia

Discussion

2 thoughts on “Sudahkah Sekolah kita Menyenangkan Untuk Siswa ?

  1. maaf tidak mengomentari yang berhubungan dengan tulisan di atas.

    Cuma mau ngasih selamat buat Mr. Wahid yang sudah masuk 15 finalis Guraru Award

    Salam sukser dari: http://www.GuruMuda.info

    Posted by Roni Yusron | October 8, 2012, 8:23 am
  2. qt shrsnya tdk menutup mata bhw siswa itu memang kemampuannya tdk sama. sayangnya bnyk sklh khususnya di kota Yogyakarta dilarang menseleksi siswa. shrsnya SBI & RSBI menerapkan placement test spt kursusan bhs Inggris spy bs memetakan kemampuan siswa

    Posted by guru science | November 20, 2012, 3:37 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Mr.Wahid

Pengunjung Online

”amung

Statistik

Alexa Certified Traffic Ranking for mrwahid.worpress.com
Banner 250x250 pxl

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 39 other followers

@My Tweett

Sepercik Embun Hidayah

Setiap penulis akan meninggal. Hanya tulisannya yang akan kekal sepanjang masa. Maka tulislah tulisan yang akan membuatmu bahagia di hari kiamat.

Yusron Fauzi

Pembelajar yang Tak Pernah Pintar

Blog Pendidik

@dwitagama: Karakter tumbuh dari pembiasaan

Creative Learner

Learning, Teaching and Story Telling

Catatan wisha

untuk sahabat yang ingin berbagi

Swim to my words... Swim to my world...

Love the life you live... Live the life you love...

SUZIE ICUS PERSONAL BLOG

Education is not preparation for life; education is life itself - John Dewey

mulyana kuningan asri

tak pernah berhenti belajar

Blog Guru Kreatif

Mitra dalam wujudkan sekolah yang efektif dan guru yang profesional

kangdidisuradi

siswa yang berkarakter dimulai dari guru yang berkarakter

arebyne

Never Old to Learn

Nunung Nuraida

merekam asa, rasa dan cerita

Myblog.Ies-is

Ikhlas dengan takdirmu..,karena..,Ikhlas itu seperti dalam surat Al Ikhlas

%d bloggers like this: