//
anda sedang membaca...
Catatan Harian, Pendidikan, Uncategorized

Dicari Guru Super Untuk Siswa Berkarakter

Oleh : Wahid Hasyim, S.Kom

 

teachSebagaimana diketahui bahwa peran seorang guru tidak hanya menjadikan peserta didik menjadi pintar, karena untuk menjadi pintar di jaman secanggih ini sangatlah mudah, kontribusi terpenting seorang guru adalah bagaimana mencetak siswa yang cerdas dan berkarakter.  Karena secanggih apapun teknologi saat ini, tidak akan mampu menggeser peran dan posisi guru dalam proses pendidikan karena pendidikan tidak sekedar transfer of knowledge tetapi membangun nilai dan karakter (tranformation of value and character building).

Betapa banyak orang pintar di negeri ini, tetapi belum mampu membangun negeri kita menjadi lebih baik, bahkan tidak mampu membawa bangsa Indonesia keluar dari krisis multidimensi, hingga menyebabkan kita jauh tertinggal dibandingkan negeri-negeri tetangga. Bangsa ini tidak hanya memerlukan orang pintar dari segi intelektualitas saja, tetapi lebih dari itu bangsa ini memerlukan orang yang pintar dan berkarakter serta berkepribadian. Untuk itu peran seorang guru sangat diharapkan, untuk mewujudkannya tentu diperlukan seorang guru yang juga berkarakter.

Guru yang berkarakter tentu bukan guru yang biasa-biasa saja, tetapi seorang guru yang luar biasa atau guru super. Berdasarkan Undang-Undang Guru dan Dosen no.14 tahun 2005 disebutkan seorang guru memiliki 4 kompetensi, yaitu kompetensi profesional, pendagogis, personal dan sosial. Dari keempat kompetensi, aspek yang paling mendasar untuk menjadi seorang guru yang super adalah aspek kepribadian (personality), karena aspek pribadi inilah yang menjadi cikal bakal lahirnya komitmen diri, dedikasi, kepedulian dan kemauan kuat untuk terus berkiprah di dunia pendidikan dengan penuh panggilan melahirkan generasi masa depan yang pintar sekaligus berkarakter.

Rani Pardini (2009), menyebutkan 3 model guru berdasarkan tingkatan kualitasnya :

  1. Guru model Ocupacional, yaitu sosok guru yang menjalani profesi guru sekedarnya saja, tanpa kepedulian lebih memperhatikan anak-anak asuhnya. Guru seperti ini yang paling penting bahan ajar tersampaikan, hak diterima, perkara anak paham atau tidak, berubah atau tidak, tidak menjadi persoalannya.
  2. Guru profesional adalah guru yang memiliki tanggung jawab lebih, memenuhi kualifikasi undang-undang dan syarat kompetensi guru sesuai dengan regulasi yang berlaku.
  3. Guru vocasional adalah guru yang menjalani profesinya sebagai sebuah panggilan (calling), sehingga menjalani tugasnya dengan penuh antusiasme, pasion, komitmen dan terus mengembangkan diri serta profesinya.

Jika meminjam istilah Reza M. Syarif, tentang eksistensi manusia dilihat dari keberadaan dan prestasinya (performance), seorang guru dapat dibagi dalam 5 model :
1. Guru yang apa adanya.
Guru model ini, mengajar hanya sekedar gugur kewajiban, tidak peduli dengan keadaan anak diluar kelas atau masalah-masalah di rumahnya. Guru yang apa adanya, guru yang menjalankan tugasnya hanya sebatas formalitas.
2. Guru yang tidak ada apa-apanya.
Guru seperti ini sama sekali tidak memiliki gairah untuk menjadikan siswa pintar apalagi berkarakter. Ilmu yang diperolehnya tidak pernah di upgrade, padahal perubahan terjadi setiap saat, mereka tidak tertarik terhadap berbagai perkembangan yang terjadi di sekitarnya terutama yang berhubungan dengan dunia pendidikan.
3. Sosok guru yang adanya, ada-ada saja.
Guru model ini lebih banyak kesan negatifnya daripada positifnya, tidak banyak berharap dari guru model ini beruntung tidak banyak guru seperti ini, hanya kasuistis, tetapi sangat perlu diwaspadai karena bisa mencoreng dan menghancurkan dunia pendidikan. Guru yang ada-ada saja lebih banyak usil dibanding usulnya dalam perkembangan pendidikan.
4. Guru yang ada lebihnya.
Model guru seperti ini, sosok guru yang sadar akan tugas pokok dan fungsinya (TUPOKSI) sebagai guru. Guru yang ada lebihnya adalah guru yang tertarik untuk terus peduli pada perkembangan anak didiknya, profesinya. Kondisi dan tantangan yang berkembang dan prestasi baik diri dari siswanya, bagi guru kelompok ini selalu tertarik terhadap perkembangan-perkembangan baru di dunia pendidikan dan perubahan yang lainnya yang berkaitan dengan aspek pendidikan.
5. Guru yang adanya tidak sekedar ada.
Sosok guru inilah sosok yang super. Guru super ini, guru yang sangat sadar pada eksistensinya, potensinya, profesinya, situasi dan kondisinya, visi dan misinya, obsesinya serta efektifitas aksinya. Guru model ini, menjadikan profesi guru sebagai panggilan diri yang dijalaninya dengan penuh komitmen dan dedikasi.

Dengan adanya sertifikasi, tidak otomatis meningkat kualitas guru dan mutu pendidikannya, karena terkadang kembali pada status quo dan “model lama”. Banyak kasus sertifikasi guru yang hanya sekedar mengejar tunjangan sertifikasi dari subtansi pengembangan profesi dan prestasinya.

Marilah kita berusaha menjadi guru super, yaitu guru yang adanya tidak sekedar ada, guru yang ketidakadaannya selalu dirindukan, guru yang tangguh dan berhati cahaya, karena dari guru inilah akan lahir generasi-generasi tangguh yang mampu bertahan di tengah badai arus globalisasi yang melanda. Untuk itu, setidaknya ada 7 aspek yang harus dibangun untuk menjadi guru super, yang disebut dengan medel 7M :

  1. Mind Set atau pola pikir seorang guru super harus memiliki pola pikir yang benar dalam menjalankan profesinya. Tidak hanya sekedar pertimbangan finansial tetapi betul-betul sebagai panggilan dan kepedulian untuk membantu mengembangkan potensi anak didik dan mengembangkan kualitas pendidikan.
  2. Mentalitas atau sikap mental, menjadi guru super luar biasa sangat ditentukan dengan sikap mental positif, proaktif, progresif, dan prestatif.
  3. Motivasi, guru super memiliki motivasi yang super untuk membangun karakter anak dan dunia pendidikan. Bagi seorang guru harus selalu memiliki motivasi internal yang sangat kuat untuk terus berupaya mengembangkan dirinya yang berdampak pada kemajuan anak didiknya.
  4. Manajemen, seorang guru super mampu memanaj diri dan sumber daya lainnya dalam mengembangkan pembelajaran sehingga mampu melahirkan kreatifitas dan inovasi pendidikan.
  5. Moralitas, seorang guru mutlak memiliki etika moral yang patut menjadi teladan bagi teman sejawat dan murid-murinya. Moralitas merupakan sesuatu yang harus ada (conditio sine quanon) bagi seorang guru super.
  6. Metode, seorang guru hendaknya menguasai berbagai metode pembelajaran yang variatif sehingga tidak monoton dan menjenuhkan anak dalam belajar.
  7. Moving atau tindakan efektif, untuk menjadi guru super harus mampu bertindak efektif baik pada tahap persiapan, pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi hasil belajar. Dari sekian aspek semuanya akan bernuansa pada mind set (pola pikir) seorang guru, untuk menjadikan dirinya sebagai seorang guru super yang mampu melahirkan anak didiknya tidak sekedar pintar tapi memiliki karakter.

Kehadiran seorang guru harus sebanyak-banyaknya bermakna, bermanfaat dan maksimal dalam upaya membangun potensi anak menjadi dirinya sendiri yang mampu membangun dan menemukan jati dirinya.

Seorang guru super yang berdampak pada upaya membangun karakter siswa paling tidak harus memiliki sembilan karakter (9 S) yaitu :
Sayang, Sabar, Santun, Siap, Senyum, Sungguh –Sungguh, Senang, Strategi, dan Sukses.

Semoga guru-guru sebagai pahlawan yang banyak jasa dan banyak pahala, sebagai guru super mampu segera memulihkan kondisi pendidikan dan bangsa yang multi krisis ini, bangkit siap bersaing dengan bangsa-bangsa lainnya didunia terutama di era ACFTA ini dan menyongsong arus globalisasi

About mrwahid

I'm a Teacher in SDIT Islamia

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Mr.Wahid

Pengunjung Online

”amung

Statistik

Alexa Certified Traffic Ranking for mrwahid.worpress.com
Banner 250x250 pxl

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 39 other followers

@My Tweett

Sepercik Embun Hidayah

Setiap penulis akan meninggal. Hanya tulisannya yang akan kekal sepanjang masa. Maka tulislah tulisan yang akan membuatmu bahagia di hari kiamat.

Yusron Fauzi

Pembelajar yang Tak Pernah Pintar

Blog Pendidik

@dwitagama: karakter tumbuh dari pembiasaan

Creative Learner

Learning, Teaching and Story Telling

Catatan wisha

untuk sahabat yang ingin berbagi

Swim to my words... Swim to my world...

Love the life you live... Live the life you love...

SUZIE ICUS PERSONAL BLOG

Education is not preparation for life; education is life itself - John Dewey

mulyana kuningan asri

tak pernah berhenti belajar

Blog Guru Kreatif

Praktisi pelatihan guru dan konsultan manajemen sekolah

kangdidisuradi

siswa yang berkarakter dimulai dari guru yang berkarakter

arebyne

Never Old to Learn

Nunung Nuraida

merekam asa, rasa dan cerita

Myblog.Ies-is

Ikhlas dengan takdirmu..,karena..,Ikhlas itu seperti dalam surat Al Ikhlas

%d bloggers like this: