Guru Tangguh Guru Yang Mampu Menghibur Siswa

 

DSC_0008 (Copy)

Setelah sukses mengadakan pelatihaan pengenalan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Prima Edutama Event Organizer Ahad 1 April yang lalu kembali mengadakan Workshop dan seminar Ice Breaker penyemangat belajar dan Menjadi Guru Tangguh Berhati Cahaya. Sebagai pembicara Prima Edutama mengundang Kak Kusumo Suryoharjuno dari Surabaya dan Om Wijaya Kusumah (Om Jay). Keduanya adalah para penulis buku dengan judul yang sama persis dengan seminar yang mereka bawakan.

Saya dan Anda mungkin setuju bahwa guru adalah profesi yang unik. Hampir semua dimensi kemampuan harus melekat pada guru. Seorang guru harus mampu menggunakan otak kiri dan kanan secara proporsional, persis seperti ‘holistic brain’. Pantaslah seorang pakar pendidikan Munif Chatib menyebut profesi guru sebagai seniman tingkat tinggi. Dalam kamus Wikipedia kata seniman berarti istilah subyektif yang merujuk kepada seseorang yang kreatif, atau inovatif, atau mahir dalam bidang seni.

Salah satu dimensi kemampuan seorang seniman yang juga harus melekat pada guru adalah kemampuan menghibur. Mungkin kita pernah menyaksikan acara Opera Van Java, lihatlah bagaimana Parto, Sule dan kawan-kawannya tampil begitu menghibur sehingga waktu berjam-jam tidak terasa dibuatnya. Seorang guru juga harus mampu menjadi penghibur bagi semua peserta didiknya, karena salah satu indikator keberhasilan belajar di kelas adalah Gembira dan Menyenangkan. Sudahkah kita mampu menjadi guru yang menghibur ?

Untuk mampu menjadi seorang penghibur di kelas seorang guru harus memiliki banyak cara dalam memecahkah kebekuan dan kejenuhan siswa dalam mengikuti proses belajar. Hal itu bisa dilakukan dengan aktivitas ringan dan singkat yang bisa di selipkan dalam proses belajar mengajar. Aktivitas tersebut bisa berupa games, senam otak, dan Ice Breaker. Di workshop inilah Kak Kusumo pakar Ice Breaker dari Surabaya berbagi kepada guru-guru di Bekasi, para peserta pun terlihat begitu antusias mengikuti acara ini dari awal hingga akhir. Banyak gerakan dan ide-ide baru yang di dapat para guru dalam acara ini. Kesemua gerakan tersebut selain dapat mengusir kejenuhan siswa dapat juga merangsang kerja otak kanan siswa.

DSC_0045 (Copy)

Selain ilmu Ice Breaker, dalam seminar ini para peserta juga mendapat ilmu bagaimana menjadi guru tangguh  berhati cahaya dari Om Jay. Menurut Om Jay, Banyak guru-guru sekarang yang tidak bekerja dengan hati, yang lebih mengejar materi. Untuk memajukan dunia pendidikan, Indonesia perlu guru-guru tangguh berhati cahaya yang mau bekerja dengan hati, ikhlas, pantang mengeluh, dan mau belajar sepanjang hayat.

Di akhir sesi, Om Jay memberikan penghargaan kepada dua  orang guru luar biasa yang telah hadir dalam seminar ini, mereka adalah guru senior yang masih mau belajar, dan guru asal Cianjur yang rela datang jauh-jauh ke Bekasi untuk belajar. Mereka itulah guru-guru tangguh berhati cahaya. Sudahkah kita menjadi guru tangguh dan berhati cahaya ?

Berikut ini saya perlihatkan foto-foto yang berasal dari dokumentasi pribadi saya.

DSC_0004DSC_0010 (Copy)DSC_0014 (Copy)DSC_0020 (Copy)

DSC_0033 (Copy)DSC_0049 (Copy)

DSC_0039 (Copy)DSC_0080 (Copy)

DSC_0093

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s