//
anda sedang membaca...
Catatan Harian, Pendidikan

Pak.. Kami minta ganti guru … !

Saya cukup kaget ketika beberapa orang siswa mendatangi ruangan saya dengan penuh emosi, salah satu diantara mereka bahkan sampai menangis, ada apa ini ? tanya saya dalam hati. Ada beberapa kemungkinan siswa mendatangi ruang manajemen sekolah : karena masalah dengan teman atau bermasalah dengan gurunya. Dan ternyata mereka bermasalah dengan gurunya, agar laporan berjalan efektif saya pun hanya mengizinkan salah satu perwakilan saja yang masuk ke ruang manajemen, dan saya langsung arahkan untuk menghadap kepala sekolah yang kebetulan ada saat itu.

Dengan penuh emosinya sambil menangis, siswi itu langsung mengungkapkan kegalauannya dan meminta Kepala Sekolah untuk mengganti guru. Dengan bijak Pak Kepsek mendengarkan keluh kesah siswi tersebut, kami pun berupaya empati, kami berusaha tidak menerima mentah-mentah laporan setiap siswa terhadap para guru kami. Karena kami yakin setiap guru pasti mengingankan anak didiknya berdisiplin dan cerdas. Dari laporan siswi tersebut ternyata yang menjadi problem dan keberatannya adalah hukuman yang diterimanya karena tidak mengerjakan tugas (PR). Siswi tersebut merasa keberatan diberi hukuman harus menuliskan kalimat Istigfar sebanyak seratus kali ditambah lagi hukuman harus menyapu sepanjang lorong sekolah.

Dengan penuh pengertian Pak Kepsek menjelaskan bahwa hukuman yang diberikan guru kepada siswanya adalah bentuk kasih sayang seorang guru terhadap siswanya, dengan tujuan untuk mendisiplinkan siswa. Masalah hukuman yang terlalu memberatkan siswa Pak Kepsek berjanji akan menegur setiap guru yang memberikan hukuman  atau sanksi yang tidak mendidik dan memberatkan siswa. Siswi tersebut perlahan-lahan mulai tenang mendengarkan nasehat-nasehat baik dari Pak Kepsek.

Problem ini sering sekali terjadi di sekolah kami, dan ini menjadi catatan kami sebagai menajemen sekolah untuk memberikan pembinaan kepada para guru dalam hal penegakan disiplin peserta didik. Buktinya, hari ini kami masih mendapati guru kami yang memberikan hukuman jadul (jaman dulu). Kenapa saya katakan demikian ? Saya teringat pengalaman saya waktu di sekolah dasar dulu, dimana saat itu guru menghukum dengan menyuruh siswanya untuk menuliskan sebuah kalimat yang diulang-ulang. Seperti “Saya Berjanji Tidak Akan Nakal Lagi” yang diulang sebanyak ratusan kali atau beberapa halaman buku tulis. Saya percaya tujuannya pasti baik,hanya saja caranya kurang tepat.

Guru perlu kreatif mencari jalan keluar agar siswa mampu beridisiplin dengan sendirinya bukan karena takut akan hukuman, yang hanya akan menghasilkan disipilin semu. Penegakan disiplin di sekolah tidak harus dengan hukuman, Karena sebenarnya antara disipilin dan hukuman tidak saling berhubungan. Terbukti penegakan disipilin dengan hukuman hanya akan membuahkan sikap disiplin yang semu yang lahir karena ketakutan bukan karena kesadaran akan perbaikan perilaku.

Belajar dan mengutip dari sahabat saya Agus Sampurno yang menyatakan anatara disiplin dan menghukum ada jalan tengah yang bisa kita tempuh yang disebut dengan konsekuensi. Menurut beliau konsekuensi artinya menempatkan siswa sebagai subyek, yang akan diberikan tanggung jawab seluas-luas nya dengan konsekuensi sebagai batasan. Berikut ini perbedaan antara hukuman dan konsekuensi yang saya kutip dari tulisan sabahat saya Agus Sampurno.

Hukuman

  1. Menjadikan siswa sebagai pihak yang tidak punya hak tawar menawar dan tidak berdaya. Guru menjadi pihak yang sangat berkuasa. Ingat “Power tends to corrupt”
  2. Jenisnya tergantung guru, apabila hati guru sedang senang maka siswa terlambat pun tidak akan dikunci diluar.
  3. Bisa dijatuhkan berlipat-lipat derajatnya  terutama bagi siswa yang sering melanggar peraturan.
  4. Guru cenderung memberi cap buruk bagi anak yang sering melanggar.
  5. Sifatnya selalu berupa ancaman
  6. Tidak boleh ada pihak yang tidak setuju, semua pihak harus setuju. Jadi sifatnya memaksa.

Konsekuensi

  1. Dijatuhkan saat ada perbuatan yang terjadi dan berdasarkan pada aturan yang telah disepakati.
  2. Sesuai dengan perilaku pelanggaran yang siswa lakukan.
  3. Menghindari memberi cap pada anak, dengan memberi cap jelek akan melahirkan stigma pada diri anak bahwa ia adalah pribadi yang berperilaku buruk untuk selama-lamanya.
  4. Membuat siswa bertanggung jawab pada pilihannya. Anda bisa mengatakan “Kevin kamu memilih untuk ribut pada saat bu guru sedang menerangkan maka silahkan duduk di luar selama 5 menit”. Dengan demikian anda menempatkan harga diri anak pada peringkat pertama. Bandingkan dengan perkataan ini “Kevin, dasar kamu anak tidak tahu peraturan,…. tukang ribut! Sana keluar….!

Dari penjelasan diatas, para guru sebaiknya membuat kesepakatan bersama para siswa tentang penerapan konsekuensi di awal-awal pertemuan. Dengan demikian siswa akan sadar akan tanggung jawabnya dan sadar akan konsekuensi yang akan diterimanya jika kelak mereka mengabaikan tugas dan tanggung jawabnya.

About mrwahid

I'm a Teacher in SDIT Islamia

Discussion

3 thoughts on “Pak.. Kami minta ganti guru … !

  1. Ya itulah problematika seorang guru….Mr. Wahid

    Posted by rumahmungilnopi | March 3, 2012, 4:20 am
  2. Maka dari itu kita harus selalu belajar, karena tugas kita sebagai guru tidak hanya menyampaikan materi sesuai kurikulum, tetapi selain itu tugas kita adalah mendidik mereka agar kelak tumbuh karakter positif dalam diri mereka. Selamat berjuang…

    Posted by mrwahid | March 4, 2012, 2:52 am
  3. Mohon pencerahan,menyangkut kewenangan Sekolah menghukum Guru PNS dg tidak memberikan Jam pelajaran atau Nol jam,mohon penjelasan aturan pemberlakuan hukuman Nol jam Pak

    Posted by ridwan | July 24, 2013, 8:13 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Mr.Wahid

Pengunjung Online

”amung

Statistik

Alexa Certified Traffic Ranking for mrwahid.worpress.com
Banner 250x250 pxl

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 39 other followers

@My Tweett

Sepercik Embun Hidayah

Setiap penulis akan meninggal. Hanya tulisannya yang akan kekal sepanjang masa. Maka tulislah tulisan yang akan membuatmu bahagia di hari kiamat.

Yusron Fauzi

Pembelajar yang Tak Pernah Pintar

Blog Pendidik

@dwitagama: karakter tumbuh dari pembiasaan

Creative Learner

Learning, Teaching and Story Telling

Catatan wisha

untuk sahabat yang ingin berbagi

Swim to my words... Swim to my world...

Love the life you live... Live the life you love...

SUZIE ICUS PERSONAL BLOG

Education is not preparation for life; education is life itself - John Dewey

mulyana kuningan asri

tak pernah berhenti belajar

Blog Guru Kreatif

Praktisi pelatihan guru dan konsultan manajemen sekolah

kangdidisuradi

siswa yang berkarakter dimulai dari guru yang berkarakter

arebyne

Never Old to Learn

Nunung Nuraida

merekam asa, rasa dan cerita

Myblog.Ies-is

Ikhlas dengan takdirmu..,karena..,Ikhlas itu seperti dalam surat Al Ikhlas

%d bloggers like this: