//
anda sedang membaca...
E-Learning

Belajar Keyakinan Dari Para Sahabat di Perang Badar

Perang badar adalah perang pertama dalam sejarah perkembangan Islam di Madinah, perang ini terjadi di Bulan Ramadhan tahun ke-2 Hijriah. Artinya perang ini terjadi setelah 2 tahun Rasulullah SAW membina masyarakat Yatsrib. Nah.. dalam membina dan membangun peradaban Islam di Madinah inilah Rasulullah SAW mendapat 2 tantangan besar.

  1. Tantangan pertama berasal dari kaum Yahudi Madinah, semula mereka mau berdamai dengan Rasulullah SAW sesuai perjanjian yang tertulis dalam piagam Madinah, namun setelah kaum muslim mengalami peningkatan dalam bidang ekonomi dan perniagaan  kaum yahudi menjadi iri dan benci terhadap Nabi Muhammad SAW dan para pengikut-Nya, lalu orang – orang yahudi semenjak itu selalu memfitnah Nabi Muhammad, membujuk para pengikut Nabi Muhammad agar masuk kedalam agama mereka.
  2. Tantangan kedua berasal dari orang Quraisy. Mereka dari awal dakwah Islam di Mekkah sudah sangat tidak suka dengan ajaran Nabi Muhammad SAW. Bahkan sampai Nabi sudah berada di Madinah pun mereka masih membuat ancaman kepada orang muslim.

Nah perang badar tuh diawali dari perampasan harta milik kaum Muslimin yang sempat ditinggalkan karena harus berhijrah oleh kaum Quraisy, termasuk harta milik Abu Bakar, Utsman bin Affan. Kejadian ini membuat Hamzah bin Abdul Muthalib marah, sampai akhirnya beliau meminta kepada Nabi untuk membalas dan memerangi mereka. Namun, Nabi belum bisa memberikan jawaban karena memang belum turun wahyu yang mengizinkan kaum Muslimin untuk berperang.

Hingga akhirnya Rasulullah SAW mengambil keputusan untuk segera menyiapkan pasukan, dan terkumpullah sebanyak 313 orang. Mereka terdiri dari kaum Anshar dan Muhajirin, dan kebanyakan dari mereka adalah para petani dan hamba sahaya.

Rasulullah Shallalaahu ‘alayhi wa sallam telah memberikan semangat kepada Muslimin untuk menghadang khafilah suku Quraish yang akan kembali ke Mekkah dari Syam. Tidak ada niat untuk menghadapi khafilah dagang yang hanya terdiri dari 40 lelaki, tidak berniat untuk menyerang tetapi hanya untuk menunjuk kekuatan terhadap mereka. Khafilah dagang itu lolos, tetapi Abu Sufyan telah menghantar pesan kepada kaumnya suku Quraish untuk datang dan menyelamatkannya.

Kaum Quraish maju dengan pasukan besar yang terdiri dari 1000 lelaki, 600 pakaian perang, 100 ekor kuda, dan 700 ekor unta, dan persediaan makanan mewah yang cukup untuk beberapa hari.

Strategi Kaum Muslimin

Meskipun keyakinan akan kemenangan telah dijanjikan Allah SWT, Rasulullah SAW juga harus memiliki strategi ampuh untuk menghadapi 1000 tentara Quraish. Seorang sahabat bernama, Al-Hubab bin Mundhir ra., bertanya kepada Rasulullah SAW, ” Apakah ALlah mewahyukan kepadamu untuk memilih tempat ini atau ianya strategi perang hasil keputusan musyawarah?”. Rasulullah SAW bersabda, “Ini adalah hasil strategi perang dan keputusan musyawarah”. Maka Al-Hubab telah mengusulkan kembali kepada Rasulullah SAW agar pasukan Muslimin sebaiknya bermarkas lebih ke selatan tempat yang paling dekat dengan sumber air, kemudian membuat kolam persediaan air untuk mereka dan menghancurkan sumber air yang lain sehingga dapat menghalang orang kafir Quraish dari mendapatkan air. Rasulullah SAW menyetujui usulan tersebut dan melaksanakannya [*]. Kemudian Sa’ad bin Muadh mengusulkan untuk membangun benteng untuk Rasulullah SAW untuk melindungi beliau dan sebagai markas bagi pasukan Muslimin. Rasulullah SAW dan Abu Bakar ra. tinggal di dalam benteng sementara Sa’ad bin Muadh dan sekumpulan lelaki menjaganya.

Doa Rasulullah SAW

Rasulullah SAW telah menghabiskan sepanjang-panjang malam dengan berdoa dan beribadah walaupun beliau SAW mengetahui bahwa Allah ta’ala telah menjanjikannya kemenangan.  Doa Rasulullah s.a.w ketika perang badar

“Ya Allah! Andainya jumlah yang sedikit pada hari ini tewas,Nescaya tidak akan ada lagi seorang pun manusia yang akan menyembahMu sehingga hari Kiamat”

Keyakinan yang kuat akan pertongan Allah SWT dan solidnya ukhuwah antar sahabat Anshar dan Muhajirin menjadi kunci kemenangan dalam perang Badar.

About mrwahid

I'm a Teacher in SDIT Islamia

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Mr.Wahid

Pengunjung Online

”amung

Statistik

Alexa Certified Traffic Ranking for mrwahid.worpress.com
Banner 250x250 pxl

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 39 other followers

@My Tweett

Sepercik Embun Hidayah

Setiap penulis akan meninggal. Hanya tulisannya yang akan kekal sepanjang masa. Maka tulislah tulisan yang akan membuatmu bahagia di hari kiamat.

Yusron Fauzi

Pembelajar yang Tak Pernah Pintar

Blog Pendidik

@dwitagama: karakter tumbuh dari pembiasaan

Creative Learner

Learning, Teaching and Story Telling

Catatan wisha

untuk sahabat yang ingin berbagi

Swim to my words... Swim to my world...

Love the life you live... Live the life you love...

SUZIE ICUS PERSONAL BLOG

Education is not preparation for life; education is life itself - John Dewey

mulyana kuningan asri

tak pernah berhenti belajar

Blog Guru Kreatif

Praktisi pelatihan guru dan konsultan manajemen sekolah

kangdidisuradi

siswa yang berkarakter dimulai dari guru yang berkarakter

arebyne

Never Old to Learn

Nunung Nuraida

merekam asa, rasa dan cerita

Myblog.Ies-is

Ikhlas dengan takdirmu..,karena..,Ikhlas itu seperti dalam surat Al Ikhlas

%d bloggers like this: