//
anda sedang membaca...
Pendidikan

Guru GapTek vs Guru CeTek ???

“Assalamu’alaikum Pak Wahid ??”

Pak buat soal lagi dong di Edmodo, saya bete di rumah

Itulah sekelumit pesan dari seorang murid saya ketika saya sedang online menggunakan facebook messenger dalam handphone saya. Saya semakin menyadari betapa pentingnya guru menguasai teknologi khususnya Internet. Karena mereka pada dasarnya butuh akan konten-konten edukatif yang saat ini masih sangat jarang ditemui di dunia maya.

Guru GapTek (Gagap Teknologi) masih sering kita temui di zaman digital sekarang ini. Di Sekolah kami pun masih banyak ditemui. GapTek alias gagap teknologi ini bisa menjadi virus bagi para guru. Mereka enggan belajar sesuatu yang baru, mereka menutup mata dan telinga terhadap perkembangan teknologi ini. Wajar jika peserta didiknya lebih cerdas dari mereka dalam hal teknologi.

Untunglah guru-guru di sekolah kami semua menyadari betapa pentingnya menguasai teknologi di zaman sekarang ini. Mereka berusaha mengejar ketertinggalan, mereka mau belajar tanpa rasa sungkan atau malu mereka bertanya kepada kami junior mereka. Lambat laun, hampir semua guru-guru kami memiliki laptop, yaaa.. meski harus rela dipotong gaji setiap bulan ( Hehe.. alias kredit). Kami mulai dari memperkenalkan kepada mereka yang GapTek ini tentang Internet dan penggunaannya untuk menunjang aktifitas belajar mengajar, dilanjutkan dengan penggunaan e-mail, memperkenalkan sosial mediaatau jejaring sosial semacam facebook, twitter, kemudian dalam waktu dekat sekolah kami mewajibkan setiap guru memiliki blog pribadi khusus untuk media pembelajaran.

Sebagaimana kita ketahui, teman-teman kecil (red.peserta didik) kita saat ini adalah penduduk asli dalam dunia digital (digital native). Mereka lebih paham dari kita yang hanya pendatang, ibaratnya kita (para orang tua) ini kaum Muhajirinnya, merekalah kaum Ansharnya. Jadi, mau tidak mau yaa harus mauu (hehe.. maksa). Kita sebagai pendatang harus mengejar dan menyesuaikan. Kita harus belajar teknologi dalam hal ini kita harus mampu menggunakan Internet, agar bisa menjadi pemandu untuk mereka. Karena tidak bisa dipungkiri lagi dunia Internet bag hutan belantara bagi anak-anak kita.

Guru harus mampu dan cerdas dalam menggunakan teknologi. Guru yang cerdas teknologi (Guru CeTek) akan mampu memaksimalkan teknologi khususnya Internet untuk menunjang proses belajar mengajar. Saat ini sudah banyak guru yang memanfaatkan berbagai media di Internet, seperti blog, facebook, youtube dan lain sebagainya. Aktifitas belajar mengajar yang memanfaatkan teknologi inilah yang saat ini dikenal sebagai aktifitas belajar C-Generation.

Guru CeTek akan mampu menjadi pemandu bagi peserta didik dalam menggunakan internet secara sehat, karena mereka akan selalu mengisi Internet dengan konten-konten edukatif. Karena pada dasarnya teman-teman kecil kita butuh akan konten-konten edukatif. Mereka kerap sekali kebingungan apa yang harus mereka cari jika mereka sudah membuka internet. Semoga semakin banyak guru yang sadar dan mau segera belajar agar dunia internet penuh dengan konten-konten edukatif yang dapat menunjang anak-anak kita dalam belajar.

Ayoo menjadi Guru CeTek…

 

 

 

About mrwahid

I'm a Teacher in SDIT Islamia

Discussion

6 thoughts on “Guru GapTek vs Guru CeTek ???

  1. parahnya, masih saja ada yg tidak mau belajar.

    Posted by Uutz Utz | November 23, 2011, 3:00 am
  2. (dampak sertifikasi) di sekolah saya hampir semua guru punya laptop, tapi buat ngidupin dan matiin minta tolong orang lain, padahal banyak yang lebih muda dari saya, tetep aja gaptek. ibarat punya uang, beli kulkas tapi diisi baju.

    Posted by rmt | December 10, 2011, 5:54 pm
    • Hmm begitu yah pak, Berarti uang sertifikasinya digunakan dengan baik tuh pak, daripada buat DP mobil.. hehe. Minimal kan guru guru punya dulu masalah bisa atau tidak menggunakannya nanti juga akan terbiasa. Semoga yang muda-muda masih punya semangat untuk terus belajar agar bisa mengajarkan seniornya.

      Salam Guru Blogger

      Mr. Wahid

      Posted by mrwahid | December 11, 2011, 10:55 am
  3. Menyimak dan ikut belajar Pak…Btw, ini Pak Wahid yang pernah ikut pelatihan menulis dengan Irfan AmaLee bukan ya?

    Posted by Elia | February 10, 2012, 2:15 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Mr.Wahid

Pengunjung Online

”amung

Statistik

Alexa Certified Traffic Ranking for mrwahid.worpress.com
Banner 250x250 pxl

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 39 other followers

@My Tweett

Sepercik Embun Hidayah

Setiap penulis akan meninggal. Hanya tulisannya yang akan kekal sepanjang masa. Maka tulislah tulisan yang akan membuatmu bahagia di hari kiamat.

Yusron Fauzi

Pembelajar yang Tak Pernah Pintar

Blog Pendidik

@dwitagama: Karakter tumbuh dari pembiasaan

Creative Learner

Learning, Teaching and Story Telling

Catatan wisha

untuk sahabat yang ingin berbagi

Swim to my words... Swim to my world...

Love the life you live... Live the life you love...

SUZIE ICUS PERSONAL BLOG

Education is not preparation for life; education is life itself - John Dewey

mulyana kuningan asri

tak pernah berhenti belajar

Blog Guru Kreatif

Mitra dalam wujudkan sekolah yang efektif dan guru yang profesional

kangdidisuradi

siswa yang berkarakter dimulai dari guru yang berkarakter

arebyne

Never Old to Learn

Nunung Nuraida

merekam asa, rasa dan cerita

Myblog.Ies-is

Ikhlas dengan takdirmu..,karena..,Ikhlas itu seperti dalam surat Al Ikhlas

%d bloggers like this: