//
anda sedang membaca...
Catatan Harian

Mencoba Mengenal Diri Dengan Sidik Jari

Selasa, 9 Agustus 2011 seorang teman datang ke sekolah kami menawarkan sebuah alat tes sidik jari dengan STIFin Fingger test. Setelah dijelaskan cukup panjang lebar membuat saya penasaran ingin mencobanya. Dan kebetulan sudah lama saya ingin sekali mengikuti test bakat semacam ini, sekedar ingin mengetahui apakah profesi yang saya tekuni selama ini memang sudah pas dengan bakat dan kemampuan yang sudah Allah SWT anugerahkan kepada saya.

Test STIFIn ini menggunakan teori yang berseberangan dengan teori kecerdasan majemuk (mulitple Intelligent) nya Howard Gardner yang saya pelajari dari Pak Munif Chatib (penulis best Seller Sekolahnya Manusia). STIFIn prinsip besarnya mengacu pada konsep kecerdasan tunggal dari Carl Gustav Jung. Jadi, secara langsung STIFIn mematahkan teorinya Howard Gardner. Dan STIFIn menjamin test ini memiliki reliabilitas yang tinggi yang dapat dilakukan mulai dari usia anak tiga tahun, karena menggunakan sidik jari maka hasil testnya pasti akan sama jika diulang kembali pada usia berapapun.

Tes sidik jari ini akan memetakan sidik jari kita yang secara hardware terhubung dengan software otak sehingga bisa terbaca kemampuan dan bakat kita dilihat dari akses otak yang paling sering digunakan. Karena saya sudah cukup lama mempelajari tentang kinerja otak dan cara orak bekerja saya pun langsung memahami bahwa dengan test STIFIn ini kita akan mengatahui dimana bagian otak kita yang bekerja lebih dominan. Mungkin kita semua hanya mengetahui otak kita memiliki 2 bagian otak yaitu otak KIRI dan otak KANAN, KIRI mewakili Intelegensia dan KANAN mewakili Kreatifitas. Anak otak kiri cenderung cerdas, jago dalam hal matematis, penampilan selalu rapih dan teratur. Sementara Anak otak KANAN cenderung aktif, tidak teratur.

Ilmu saya jadi bertambah setelah saya baru mengetahui ternyata dari 2 bagian otak tersebut, otak kita dibagi-bagi lagi dalam beberapa ruang. Otak kita memiliki 5 bilik utama. Dan tiap manusia tidak selalu menggunakan 5 bilik tsb dengan sama seringnya, melainkan salah satu saja. Ibaratnya bila di rumah kita ada 5 ruangan yang berbeda, koki akan sering mengakses dapur, sedangkan peneliti mungkin lebih sering menghabiskan waktu di lab/ruang kerja, begitu pula seorang guru lebih sering menghabiskan waktu di sekolah.

Nah  tes STIFIn ini akan membantu kita menemukan bagian otak mana yg sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Kalau kita sering mengakses:

– Otak kanan depan, berarti termasuk orang intuiting (kreatip)

– Otak kiri depan, berarti termasuk orang thinking (jago menghitung)

– Otak kanan belakang, berarti termasuk orang feeling (jago interaksi)

– Otak kiri belakang, berarti termasuk orang sensing (pandai menghafal)

– Otak belakang, berarti termasuk orang insting (serba bisa)

Nanti kalau sudah tahu bagian otak mana yang paling sering digunakan, kita jadi bisa melatih otak tsb untuk memaksimalkan kerjanya, tetapi tidak mengabaikan bagian otak yang lain. Karena Allah SWT menciptakan kita sudah sangat lengkap dengan kelebihan dan kekurangan. Yang harus kita lakukan adalah menggunakan kelebihan dengan selalu bersyukur dan terhadap kelemahan kita hadapi dengan bersabar. Istilah dalam multiple intellegentnya yang harus kita lakukan pada diri dan anak-anak kita adalah Discovering Ability atau menjelajah kemampuan atau kelebihan untuk dimanfaatkan atau dilejitkan potensinya. Dengan sendirinya kekurangan akan tertutupi.  

Cara tesnya gampang, cuma datang dan tempel semua jari percis kayak fingerprint absensi di kantor atau kayak mau bikin paspor lagi. Setelah itu tunggu hasilnya sekitar 10-20 menit atau tergantung jumlah yang orang yang ditest dan tergantung jumlah traffic jaringan. Karena test ini menggunakan sistem online yang tersambung langsung ke server kantor pusat.

Setelah menunggu sekitar 20 menit akhirnya saya mendapatkan hasil โ€ฆ !! Insting !!

Sayapun cukup dibuat kaget, ternyata saya adalah pengguna dominan otak tengah atau otak reptile. Secara garis besar saya pribadi yang serba bisa dan cepat beradaptasi. Hasil tesnya Subhanallah semakin banyak kesamaannya denga pribadi saya. Hasil lengkapnya saya adalah pribadi yang :

  • Bereaksi secara spontan
  • Mengolah informasi menggunakan naluri
  • Lebih berminat memberikan kontribusi
  • Pragmatis namun memiliki insight
  • Mengingat hal-hal yang berkesan
  • Orientasi pada mencari kebahagiaan
  • Menyerap informasi secara generalis
  • Menyukai kesempatan untuk berperan serta
  • Mengandalkan pertimbangan holistik
  • Pola bicara yang pendek, ya dan tidak
  • Pikiran sederhana, polos, dan tidak aneh-aneh
  • Berpikir spontan dan ad hock
  • Menggunakan interaksi impersonal
  • Keterampilan serba-bisa
  • Menyukai pekerjaan sosiap menolong orang
  • Tidak suka konflik
  • Traumatik dengan kejadian yang menyakitkan
  • Mudah beradaptasi
  • Menjadi hub penghubung untuk mendamaikan
  • Sangat to the point

Mungkin teman-teman yang telah mengenal saya pasti mengetahui dari beberapa ciri-ciri diatas saya adalah termasuk didalamnya. Setelah ikut test ini kita akan dapat bukunya yang ditulis oleh Farid Poniman sang penemu STIFIn.

Buat teman-teman yang juga penasaran dan ingin mengikuti test ini untuk diri sendiri dan anak-anaknya. Oh ya.. test ini sangat bermanfaat untuk anak kita. Karena dengan mengetahui lebih dini kita sebagai orang tua akan sangat mudah dalam menentukan pola asuh dan pembinaan demi kesuksesan anak kita di masa depan. Bagi yang berminat silakan email ke saya. Nanti saya akan kasih alamat-alamat kantor cabang STIFIn. Atau mau cepat kunjungi situsnya di http://www.STIFin.com

About mrwahid

I'm a Teacher in SDIT Islamia

Discussion

2 thoughts on “Mencoba Mengenal Diri Dengan Sidik Jari

  1. wah tanpa tes aku kok banyak kesamaannya dengan sifat bapak nih. perlu dibuktikan nih. apa golongan darah bapak juga A? Golongan darah saya A. he he aku trauma sekali sekolah di sma favorit maka aku menghindari siswa dan anakku belajar jangan sampai bikin stress. maka suka belajar tentang otak.

    Posted by mintarsih28 | January 4, 2012, 9:35 am
    • Kebetulan saya juga mendalami strategi belajar Bu. Memang sistem pendidikan kita masih menitikberatkan pada kemampuan kognitif saja. Kurikulum padat, kadang membuat siswa-siswa kita stress.

      Golongan darah saya O bu..๐Ÿ™‚
      Kalo penasaran ikut tes Stiffin aj bu… hehe..

      Posted by mrwahid | January 5, 2012, 12:57 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Mr.Wahid

Pengunjung Online

โ€amung

Statistik

Alexa Certified Traffic Ranking for mrwahid.worpress.com
Banner 250x250 pxl

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 39 other followers

@My Tweett

Sepercik Embun Hidayah

Setiap penulis akan meninggal. Hanya tulisannya yang akan kekal sepanjang masa. Maka tulislah tulisan yang akan membuatmu bahagia di hari kiamat.

Yusron Fauzi

Pembelajar yang Tak Pernah Pintar

Blog Pendidik

@dwitagama: Karakter tumbuh dari pembiasaan

Creative Learner

Learning, Teaching and Story Telling

Catatan wisha

untuk sahabat yang ingin berbagi

Swim to my words... Swim to my world...

Love the life you live... Live the life you love...

SUZIE ICUS PERSONAL BLOG

Education is not preparation for life; education is life itself - John Dewey

mulyana kuningan asri

tak pernah berhenti belajar

Blog Guru Kreatif

Mitra dalam wujudkan sekolah yang efektif dan guru yang profesional

kangdidisuradi

siswa yang berkarakter dimulai dari guru yang berkarakter

arebyne

Never Old to Learn

Nunung Nuraida

merekam asa, rasa dan cerita

Myblog.Ies-is

Ikhlas dengan takdirmu..,karena..,Ikhlas itu seperti dalam surat Al Ikhlas

%d bloggers like this: