//
anda sedang membaca...
Pendidikan, Tips Belajar

Otak kamu Juga Perlu Manager

belajarBelajar merupakan tugas pokok yang harus senantiasa dilakukan oleh siswa tidak hanya dalam kegiatan formal seperti di sekolah, tetapi juga harus dilakukan di rumah. Saat di sekolah gurulah yang bertanggung jawab mengajarkan semua materi pelajaran sesuai kurikulum kepada anak, saat anak di rumah orang tua berkewajiban menemani anak belajar dan membantunya bila menemui kesulitan dalam belajar.

Namun seringkali Orang tua menemui kesulitan dalam merangsang sang buah hati giat belajar, apalagi jika sang buah hati sudah mempunyai hobi atau kegemaran lain selain belajar.

BELAJAR seringkali dianggap “hantu” bagi sang buah hati. Kalaupun bukan berwujud seperti hantu, belajar terlihat seperti beban yang harus dihindari. Dan, orangtua kerap kesal dengan argumentasi yang diajukan sang buah hati pada saat mereka menyuruhnya belajar, seperti “Tanggung nih Ma, ini film kartun kesukaan Adik.” “Sebentar lagi, Pak! Adik kan masih asyik main game, tanggung nih.” “Males, ah! Besok kan gak ada PR dan gak ada ulangan!” Mungkin salah satu dari argumentasi di atas pernah dilontarkan sang buah hati kepada Anda.

Bukan hanya ini saja kesulitan yang dihadapi orangtua. Sejak pagi hari kadang orangtua sudah cukup dibuat repot saat membangunkan sang buah hati untuk sekolah, tugas yang barangkali lebih sulit daripada pekerjaan di kantor. Permasalahan ini tentu sangat mengganggu para orang tua yang mungkin hanya punya sedikit waktu untuk bisa menemani sang buah hati mereka belajar, atau bahkan ada yang sama sekali tidak punya waktu.

Sejatinya orang tua tidak bisa hanya menyerahkan urusan pembelajaran kepada guru, sekolah dan guru pembimbing di rumah saja. Dengan kata lain orang tua harus terlibat aktif. Keterlibatan orang tua tidak hanya mengorbankan “kesibukan” mencari nafkah yang telah dilakukan selama ini, tetapi justru menyangkut ke hal-hal yang sangat strategis dan mempunyai tujuan jangka panjang, yaitu membentuk fondasi belajar yang kuat dan benar, serta membimbing anak tahu bagaimana caranya belajar efektif dan efisien.

Dari masukan banyak teman guru di beberapa sekolah menyebutkan bahwa statistik menunjukkan bahwa orang tua yang terlibat aktif membantu dan memberikan perhatian yang cukup dalam kegiatan belajar putra-putrinya di rumah akan menghasilkan pelajar dengan prestasi, mental, dan kesuksesan yang lebih baik di kemudian hari. Keyakinan ini ditambah dengan informasi kisah hidup orang-orang jenius, seperti Albert Einstein, Isaac Newton, dan lain-lain, yang selalu melibatkan brain management dalam kegiatan penelitiannya.

Tulisan saya ini akan mencoba memetakan mengapa buah hati Anda tidak suka belajar, dan bagaimana membuat sang buah hati agar mau belajar bahkan menjadi cinta belajar.

Beberapa permasalahan anak dalam belajar yang utama antara lain :

  1. Tidak bisa konsentrasi
  2. Tidak paham apa yang dipelajarinya
  3. Mudah lupa apa yang sudah diingat sebelumnya
  4. Otak merasa “penuh” sehingga tidak bisa belajar lebih banyak lagi

Permasalahan anak dalam belajar seperti disebutkan diatas menurut seorang Pakar Otak asal Inggris Tony Buzan disebabkan karena perlakuan yang  “salah” terhadap otak anak. Padahal belajar adalah kegiatan otak yang utama, dan sebenarnya otak kita dirancang untuk belajar. Bahkan “makanan utama” otak adalah ilmu pengetahuan.

Bagaimana Solusinya ?

Guru dan Orang tua khususnya perlu mencari solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan belajar yang dialami anak, karena ini berhubungan dengan masa depan si anak. Mulailah dengan cara mengajari anak cara belajar (Learn How to Learn). Setiap anak mempunyai gaya belajar yang berbeda, karena sebenarnya setiap anak itu jenius, cerdas, dan kreatif. Allah SWT telah melengkapi kepala kita dengan organ yang super hebat, yaitu otak.

Sutanto Windura, BLI seorang penulis buku-buku best seller tentang manajemen otak dan juga pemegang Buzan Licenced Instructor (BLI) untuk wilyah Asia dalam bukunya Be an Absolute GENIUS menyatakan perlu adanya revolusi belajar untuk mengatasi segala kebuntuan permasalahan belajar anak didik kita dengan prinsip Brain Management. Keberhasilan revolusi belajar ini nantinya akan menghasilkan suatu percepatan belajar (Accelated Learning).

Apa itu Brain Management ?

Lebih lanjut, Sutanto Windura dalam bukunya menyatakan tubuh kita dapat dianalogikan dengan sebuah komputer, dimana otak kita adalah processor-nya (hardware) dan software-software atau program-programnya adalah semua ilmu pengetahuan dan pengalaman yang kita dapatkan dalam hidup kita, atau apapun yang “masuk” ke dalam otak kita.

Sebagai ilustrasi sebuah komputer dengan spesifikasi Pentium 3 pada tahun 90-an mungkin sudah termasuk yang paling canggih dan teknologinya pun paling mutakhir. Saat itu semua program yang di install pasti jalannya mulus dan cepat. Namun dengan berjalannya waktu, dari tahun ke tahun dan sampai sekarang, jika dimasukkan program baru yang lebih canggih, baik jenisnya maupun versinya, pasti bekerjanya menjadi semakin lambat. Bahkan kadang-kadang tidak mau bekerja sama sekali. Mengapa demikian ? Sebab program aplikasi baru tersebut menuntut processor yang lebih cepat dan canggih, alias perlu ganti (upgrade) komputer yang terbaru. Contohnya saat ini komputer terbaru sudah menggunakan processor Core 2 Duo keatas. Begitu juga dengan otak kita dan tentunya anak-anak kita. Anak kita sudah terbiasa dan “terlena” dengan mengganti “software-software” atau program-programnya menjadi “lebih baru dan lebih baru lagi”.

Maksudnya adalah, anak-anak kita mulai bersekolah dari TK, lalu diberi kembali ilmu atau pelajaran yang lebih kompleks saat mereka duduk di bangku SD. Lalu semakin canggih lagi di bangku SMP dan “di-­upgrade” kembali saat SMA dan di bangku kuliah. Itu pun belum cukup, sebab terkadang ditambah lagi dengan memasukkan anak ikut bimbingan belajar, les tambahan daln lain-lain. Tapi pernahkan kita berpikir untuk meng-upgrade otak anak kita alias processor atau hardware-nya? Seperti halnya komputer pentium 3 diatas, otak anak pun harus segera “di-upgrade”. Caranya bagaimana ? BRAIN MANAGEMENT!.

Saat kita bicara revolusi belajar, kita harus mengupas aspek perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) sekaligus. Dan menurut para pakar di bidang Otak dan Memory, sangat memungkinkan itu bisa dilakukan karena otak kita khususnya otak anak-anak kita sangat luar biasa kemampuannya dan baru hanya digunakan kurang dari 1% saja.

Seberapa perlunya Brain Management ?

Jika nilai putra-putri kita merosot dan ingin di kemudian hari nilainya meningkat, apa yang biasanya kita dan para orang tua lakukan ? yang paling sering kita lakukan adalah meminta anak untuk ikut les atau bimbingan belajar, jam belajar anak ditambah dengan mengurangi jam bermainnya. Dengan kata lain mereka harus belajar lebih lama lagi atau diberikan pelajaran lebih banyak lagi. Ternyata hal tersebut bukan satu-satunya solusi untuk meningkatkan prestasi belajarnya. Bahkan bisa jadi solusi yang demikian akan sangat salah, jika anak merasa terpaksa mengikuti tambahan belajar, sehingga membuatnya stress karena tidak punya waktu bermain lagi. Solusi yang bijaksana adalah kita memperhatikan juga permasalahan belajar anak tersebut. Dengan kata lain, anak kita butuh BRAIN MANAGEMENT!

Prinsip Brain Management

Jadi apa itu Brain Management ? Brain management atau Manajemen Otak adalah kegiatan memahami dan meningkatkan kemampuan otal untuk selalu dapat meng-upgrade potensi dan kapasitasnya sendiri setiap saat. Lebih jelasnya upaya meningkatkan kemampuan otak sebagai Hardware, bukan menambah atau memasukkan ilmu-ilmu semata. Bagaimana caranya ?

Ada beberapa cara kita bisa mengupgrade kemampuan otak kita, yaitu

  1. Use both sides Of your brain
  2. Learn How to learn
  3. Use your brain in the way it wants to be Used.

About mrwahid

I'm a Teacher in SDIT Islamia

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Mr.Wahid

Pengunjung Online

”amung

Statistik

Alexa Certified Traffic Ranking for mrwahid.worpress.com
Banner 250x250 pxl

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 39 other followers

@My Tweett

Sepercik Embun Hidayah

Setiap penulis akan meninggal. Hanya tulisannya yang akan kekal sepanjang masa. Maka tulislah tulisan yang akan membuatmu bahagia di hari kiamat.

Yusron Fauzi

Pembelajar yang Tak Pernah Pintar

Blog Pendidik

@dwitagama: Karakter tumbuh dari pembiasaan

Creative Learner

Learning, Teaching and Story Telling

Catatan wisha

untuk sahabat yang ingin berbagi

Swim to my words... Swim to my world...

Love the life you live... Live the life you love...

SUZIE ICUS PERSONAL BLOG

Education is not preparation for life; education is life itself - John Dewey

mulyana kuningan asri

tak pernah berhenti belajar

Blog Guru Kreatif

Mitra dalam wujudkan sekolah yang efektif dan guru yang profesional

kangdidisuradi

siswa yang berkarakter dimulai dari guru yang berkarakter

arebyne

Never Old to Learn

Nunung Nuraida

merekam asa, rasa dan cerita

Myblog.Ies-is

Ikhlas dengan takdirmu..,karena..,Ikhlas itu seperti dalam surat Al Ikhlas

%d bloggers like this: