Skip to content

HAJI WADA’ DAN PESAN TERAKHIR RASULULLAH SAW

February 27, 2012

Setelah mempelajari materi ini kamu mampu :

  1. Menjelaskan latar belakang pelaksanaan haji Wada’
  2. Menyebutkan isi khutbah wada’ terkait dengan berakhirnya tugas kenabian
  3. Menjelaskan kesempurnaan agama Islam sebagai isyarat berakhirnya tugas kenabian yang tertuang dalam wahyu terakhir Qs. Al-Maidah 3
  4. Menyebutkan kegiatan-kegiatan lain yang dilakukan Nabi Muhammad Saw saat haji Wada
  5. Menyampaikan permintaan maaf Nabi Muhammad Saw kepada kaum muslimin menjelang akhir hayatnya
  6. Menjelaskan salah satu pesan penting menjelang akhir hayat Nabi Muhammad Saw

A. Haji Wada’

Haji Wada’ dikenal juga dengan nama Haji Perpisahan Nabi Muhammad Saw. Beliau mengumumkan niatnya pada 25 Dzulqaidah 10 H atau setahun sebelum beliau wafat.

Ketika Rasulullah menyatakan diri hendak menunaikan haji, sekitar 90 ribu lebih pengikutnya terpana dan terkagum-kagum dengan sosok beliau. Lantas mereka mengikuti Rasulullah melakukan perjalanan dari Madinah ke Mekkah pada 25 Dzulqaidah 10 H.

Dalam perjalanan ke Mekkah, Rasulullah bersama istri-istrinya menginap semalam di Dzi al-Hulaifah. Dini hari sampai Shubuh, beliau dan pengikutnya melakukan ihram dan berjalan sambil mengucapkan “Labbaik, Allahumma labaik… Labbaik, la syarika laka labbaik!”

 

masjid Dzi al-Hulaifah

Sampai di Mekkah, Rasulullah bergegas  ke Masjidil Haram. Di sana, beliau melaksanakan ibadah thawaf, sa’i, lantas berdoa di Bukit Mekkah. Setelah itu, beliau berkhutbah di Padang Arafah di hadapan seratus ribu lebih pengikutnya dari Madinah dan Mekkah.

Di Arafah, segala puji kepada Allah dan shalawat bergema ketika Rasulullah berdiri untuk memulai khutbah. “Wahai umat manusia, dengarkanlah yang akan aku katakan di sini. Mungkin saja setelah tahun ini, aku tidak akan bertemu lagi dengan kalian di tempat ini, untuk selamanya.” demikian Rasulullah membuka khutbahnya.

Mendengar ucapan Rasulullah, sebagian pengikutnya terheran-heran, sebagian lagi tertunduk sedih, sebagian lagi terdiam karena penasaran menanti perkataan Rasulullah selanjutnya. Saat berkumpulnya pengikutnya mengitari Rasulullah di Padang Arafah ini, umat Islam kemudian mengenalnya dengan peristiwa wuquf. Jadi, tak heran orang yang menuaikan ibadah wuquf, biasanya terkenang dengan khutbah Rasulullah.

Karena Haji Wada’ disebut juga Haji Perpisahan atau Terakhir bagi Rasulullah, kaum Muslim yang berada di Arafah kala itu, begitu seksama mendengar khutbah Rasulullah. Mereka ingin semua pesan yang disampaikan beliau tercerap dalam hati sanubari sebagai bekal di kemudian hari. Apalagi Rasulullah dalam kata sambutan khutbahnya mengingatkan dirinya kemungkinan tak akan bertemu lagi dengan mereka setahun lagi.

Ada beberapa poin yang bisa diambil hikmahnya dari khutbah Rasulullah dalam peristiwa Haji Wada’. Pesan yang yang paling pokok adalah mendirikan dan memelihara shalat juga berpedoman hidup pada al-Qur’an dan as-Sunnah.

Selain pesan utama tersebut, dalam khutbahnya Rasulullah menyampaikan juga beberapa pesan yang tak kalah pentingnya, di antaranya:

Menetapkan Mekkah dan Madinah sebagai Tanah Suci. Menurut beliau, dengan sucinya tempat ini, maka orang-orang yang berada di wilayah ini harus senantiasa dalam keadaan suci dari segala perbuatan.

Khutbah Nabi Pada Haji Wada’

Di Padang Arafah, di hadapkan sekitar 100.000 umat islam yang melaksanakan ibadah haji. Rasulullah menyampaikan khutbah yang intinya berupa pesan – pesan beliau kepada umat islam serta tidak ada yang dapat membedakan manusia kecuali hanya taqwanya.

Wahyu Terakhir


Pada haji wada’ ini, Allah SWT menurunkan wahyu – Nya yang terakhir kepada Rasulullah, yaitu surat Al – Maidah ayat 3 :
Artinya :” …pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu dan Aku telah melengkapkan kenikmatan – kenikmatan kepadamu dan telah Aku ridhai islam untuk menjadi agama bagimu ( Al – Maidah )

Dengan turunnya ayat ini, maka wahyu – wahyu Allah yang di turunkan guna menjadi tuntunan hidup manusia telah sempurna. Wahyu yang terhimpun dalam kitab suci Al – Qur’an terdiri dari 30 juz 114 surat dan 6666 ayat.

About these ads
2 Comments leave one →
  1. SaeAn permalink
    April 5, 2012 11:40 pm

    Coba dijumlahkan lagi ayat Al Quran jumlahnya 6236 bukan 6666 : )

    • malva permalink
      May 6, 2014 8:40 am

      tetapi biasanya orang orang memang 6666 tapi tidak pasti benar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

@dwitagama: Karakter tumbuh dari pembiasaan

Creative Learner

Learning, Teaching and Story Telling

Catatan wisha

untuk sahabat yang ingin berbagi

Swim to my words... Swim to my world...

Love the life you live... Live the life you love...

for better education

Make education as the most important part in our life ..

mulyana kuningan asri

tak pernah berhenti belajar

Agus Sampurno @gurukreatif

Guru Profesional dan Kreatif adalah Agen Perubahan Bangsa

kangdidisuradi

siswa yang berkarakter dimulai dari guru yang berkarakter

arebyne

Never Old to Learn

Nunung Nuraida

merekam asa, rasa dan cerita

Myblog.Ies-is.warungayungobrol

Mencari Yang Terbaik..,Dan Menjadi Yang Terbaik..,

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 34 other followers

%d bloggers like this: